Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Miliarder Amerika Serikat (AS) Warren Buffett. ( Foto: Gerry Miller / CNBC )

Miliarder Amerika Serikat (AS) Warren Buffett. ( Foto: Gerry Miller / CNBC )

Saran Warren Buffett ke Investor Baru di Saham:

Saran Warren Buffett untuk Investor Baru di Saham: Miliki Portofolio Beragam

Senin, 3 Mei 2021 | 05:59 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LOS ANGELES, investor.id – Warren Buffett menyarankan para investor yang baru bermain di saham untuk memiliki portofolio beragam. Ia mengatakan itu pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan Berkshire Hathaway, Sabtu (1/5) waktu setempat, yang kali ini berlangsung di Los Angeles, California, alih-alih di kota kelahiran Buffett di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat (AS).

Buffett (90 tahun) memanfaatkan momen spesial tersebut seiring berbondong-bondong investor baru masuk ke pasar saham. Hingga jumlahnya mencapai rekor.

Buffett menjelaskan lebih dulu tentang ketidakpastian yang menyelimuti masing-masing saham. Ia membandingkan 20 saham teratas di dunia dari sisi kapitalisasi pasar per 31 Maret 2021 tahun ini dengan daftar sama pada 1989, yang banyak diisi perusahaan-perusahaan Jepang karena waktu itu pasar sahamnya sedang melonjak, dan beberapa perusahaan asal AS.

Saham-saham papan atas pada 1989 termasuk Industrial Bank of Japan, Sumitomo Bank, Exxon, General Electric (GE), dan IBM. Kapitalisasi pasar Industrial Bank of Japan waktu itu mencapai US$ 104 miliar. Sedangkan saham-saham papan atas sekarang diisi Apple, Saudi Aramco, Microsoft, dan Amazon.

Investor legendaris itu mencatat bahwa kapitalisasi perusahaan-perusahaan papan atas dunia, termasuk Apple yang lebih dari US$ 2 triliun, sudah naik signifikan sejak 1989. Yang patut dicatat, ujar dia, tidak satu pun dari perusahaan papan atas dunia sekarang ini sudah ada pada 1989.

“Kami saya yakinnya dengan diri kami sendiri pada 1989 dan sekarang ini. Begitu pula dengan Wall Street. Tapi dunia dapat berubah dengan sangat dramatis,” ujar Buffett, seperti dikutip CNBC.

Ia melanjutkan bahwa kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan papan atas dunia sekarang sudah mencapai triliunan dolar AS. Bukan lagi miliaran dolar AS.

Lonjakan besar kapitalisasi pasar itu menunjukkan beberapa hal tentang kesamaan dan inflasi. Yang utama, ujar Buffett, hal tersebut menunjukkan bahwa kapitalisme bekerja dengan sangat baik. Khususnya bagi para kapitalis.

Pelajaran utama yang disampaikan oleh Buffett kepada para investor baru adalah perubahan yang dialami oleh saham-saham papan atas sepanjang masa itu menunjukkan pentingnya satu hal. Yaitu memiliki portofolio yang sangat beragam, misalnya melalui passive index fund.

“Satu hal yang secara kebetulan ditunjukkannya (perkembangan saham-saham papan atas) adalah ada alasan yang sangat kuat untuk index fund. Hal utama yang harus dilakukan adalah untuk ikut mengambilnya,” ujar Buffett.

Secara umum, passive index fund membantu para investor untuk memantau kinerja sejumlah aset investasi dengan biaya yang rendah. Sementara passive fund merupakan wahana investasi yang melacak indeks pasar, atau segmen pasar tertentu, untuk menentukan ke yang mana investasi akan masuk. Tidak seperti active fund, pengelola dana tidak menentukan saham-saham mana yang akan diambilnya.

Lonjakan Pengguna

Para broker ritel melaporkan lonjakan jumlah pengguna sejak awal pandemi Covid-19. Sebagian survei menunjukkan kebanyakan pengguna itu adalah para investor baru. Di antara faktor pendorongnya adalah stimulus tunai di AS. Karena di satu sisi pendapatan pribadi meningkat, di sisi lain pilihan untuk pengeluaran menyempit. Misalnya, pengeluaran untuk hiburan praktis berkurang atau hilang karena tidak dapat diadakan selama pandemi tersebut.

Lonjakan jumlah investor baru itu berlanjut di awal-awal 2021. Pada saat terjadi lonjakan transaksi GameStop dan keluarnya dana stimulus tunai yang baru, jumlah pengguna aplikasi perdagangan saham Robinhood bertambah lebih dari 5,7 juta pada dua bulan pertama tahun ini. Data ini dilansir oleh JMP Securities.

Jumlah akun baru di broker online Charles Schwab sepanjang kuartal pertama 2021 juga sudah lebih banyak dibandingkan sepanjang 2020.

Buffett juga mewanti-wanti para investor tentang sulitnya mengidentifikasi mana para pemenang di industri-industri baru dan terus berkembang. Ia mengingatkan, banyak perusahaan yang memproduksi mobil di awal 1990-an sudah tutup atau keluar dari sektor tersebut jauh sebelum industrinya matang.

“Masih ada banyak saham yang dapat dipilih daripada hanya mencermati apa yang akan menjadi industri besar di masa depan,” kata dia.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN