Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi minyak mentah (sumber: AFP)

Ilustrasi minyak mentah (sumber: AFP)

Saudi Tampik Saran Trump

SN, Kamis, 28 Februari 2019 | 06:30 WIB

RIYADH – Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al Falih menegaskan pihaknya cenderung untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasa produksi minyak mentah pada paruh kedua 2019. Walaupun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta para produsen di tingkat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau OPEC untuk menjaga harga tetap rendah.

Negara-negara OPEC dan non- OPEC sejak Januari 2019 mengimplementasikan kesepakatan enam bulan. Berupa pemangkasan produksi 1,2 juta barel per hari (bph) untuk mengangkat harga.

Langkah tersebut berhasil menaikkan harga. Tapi sejauh ini belum sampai ke level tertinggi US$ 85 per barel yang tercapai pada Oktober 2018. Alhasil muncul spekulasi bahwa kesepakatan tersebut akan diperpanjang.

“Kami tetap fleksibel. Saya condong pada kemungkinan untuk memperpanjang pemangkasan produksi pada paruh kedua tahun ini,” ujar Falih, kepada CNBC di Riyadh, Rabu (27/2).

Dua hari sebelumnya, Trump mengkritik para produsen atas kenaikan harga minyak mentah. “Harga minyak menjadi sangat tinggi. OPEC rileks dan santai saja lah. Dunia tidak bisa menanggung harga tinggi, karena rapuh,” ujar Trump via Twitter, Senin (25/2).

Falih menambahkan, sikap para produsen juga santai saja. “Duapuluh lima negara mengambil pendekatan yang sangat terukur dan pelan-pelan. Stabilitas pasar adalah kepentingan pertama dan utama kami,” kata Falih.

Ia juga mengatakan, proodusen tidak bisa memperkirakan bagaimana situasi pada Juni 2019 nanti. Yakni tatkala kesepakatan para produsen tersebut berakhir. “Semua prospek yang sudah saya lihat menunjukkan kami harus mengurangi produksi di paruh kedua tahun ini. Tapi lihat saja nanti,” kata Falih.

Produksi OPEC turun ke level terendah dalam empat tahun pada Januari 2019. Trump berkali-kali meminta OPEC mempertahankan level produksi, agar kenaikan harga tidak sampai mengganjal pertumbuhan ekonomi. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN