Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Facebook. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Facebook. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Sejumlah Negara Bagian di AS Investigasi Facebook

Iwan Subarkah Nurdiawan, Sabtu, 7 September 2019 | 09:40 WIB

WASHINGTON, investor.id – Sebuah koalisi negara bagian di Amerika Serikat (AS) pada Jumat (6/9) mengumumkan investigasi antipersaingan usaha kepada Facebook. Untuk mencari tahu apakah raksasa media sosial tersebut melemahkan persaingan dan membahayakan para penggunanya.

Jaksa Agung New York Letitia James merilis pernyataan yang mengumumkan langkah aksi atas nama tujuh negara bagian lain serta Distrik Columbia.

Langkah tersebut menandai kali pertama ada aksi terhadap dugaan pelanggaran persaingan usaha kepada salah satu dari yang disebut perusahaan-perusahaan Teknologi Besar. Walaupun kasus terbesar mengenai hal ini pernah menimpa Microsoft pada 1990-an.

“Platform media sosial terbesar di dunia sekalipun harus mematuhi undang-undang dan menghormati konsumennya. Kami akan menggunakan semua instrumen investigatif yang ada untuk menentukan apakah langkah-langkah Facebook membahayakan data konsumen, mengurangi kualitas pilihan konsumen, atau menaikkan harga iklan,” kata James.

Para jaksa agung yang bergabung dalam aksi ini, tambah James, berasal dari negara bagian Colorado, Florida, Iowa, Nebraska, Carolina Utara, Ohio, dan Tennessee.

Hingga berita ini diturunkan, Facebook belum berkomentar saat dihubungi oleh AFP. Sebelumnya, Departemen Kehakiman AS mengumumkan akan meluncurkan kajian ulang atas platform-platform daring besar, untuk menentukan apakah mereka telah menghambat inovasi atau melemahkan persaingan.

Belum diketahui apakah para negara bagian itu bekerja sama dengan pemerintah federal. Facebook pernah mengklaim bukan monopoli dan konsumen punya banyak pilihan bagaimana terhubung dengan orang lain lewat internet.

“Penyelidikan ini menunjukkan kegelisahan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar melebar dari sekadar Kongres dan badan-badan pemerintah federal hingga ke negara bagian. Seiring waktu, ada ketakukan lebih besar bagaimana perusahaan-perusahaan ini mengendalikan kehidupan online kita,” tutur Michael Carrier, profesor hukum persaingan usaha Universitas Rutgers. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN