Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjuk rasa memegang huruf-huruf kertas bertuliskan impeach (pemakzulan) di depang gedung Capitol Amerika Serikat (AS) selama menggelar aksi Protes Rakyat untuk Pemakzulan di Capitol Hill, Washington, DC, AS pada 26 September 2019.  (Foto: AFP / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Pengunjuk rasa memegang huruf-huruf kertas bertuliskan impeach (pemakzulan) di depang gedung Capitol Amerika Serikat (AS) selama menggelar aksi Protes Rakyat untuk Pemakzulan di Capitol Hill, Washington, DC, AS pada 26 September 2019. (Foto: AFP / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Trump Dimulai Pekan Depan

Happy Amanda Amalia, Jumat, 8 November 2019 | 10:12 WIB

WASHINGTON, investor.id – Ketua Komisi Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Adam Schiff pada Rabu (6/11) waktu setempat, menyampaikan bahwa sidang pemakzulan (impeachment) terbuka Presiden Donald Trump akan dimulai pada pekan depan secara terbuka.

Selain itu, diplomat AS untuk Ukraina William Taylor dan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri George Kent telah dijadwalkan untuk memberikan kesaksian pada Rabu pekan depan, 13 November.

“Rakyat akan bisa melihat sendiri sejauh mana presiden meminta seluruh departemen pemerintah dengan tujuan ilegal, mencoba membuat Ukraina mengungkap informasi negatif atas lawan politiknya,” ujar Schiff.

Sebelumnya dalam pernyataan tertutup, Taylor mendukung tuduhan terhadap Trump bahwa presiden telah menyalahgunakan jabatannya dengan menahan bantuan militer demi memeras Ukraina agar mau melakukan penyelidikan yang dapat membantunya secara politis.

Sementara itu, Kent – yang mengepalai biro Eropa dan Eurasia di Departemen Luar Negeri (Deplu) – menyatakan keprihatinannya sehubungan dengan upaya Gedung Putih untuk menyingkirkan Duta Besar AS untuk Ukraina, saat itu, Marie Yovanovitch.

Yovanovitch sendiri telah menyampaikan kepada tim penyelidik bahwa dirinya digulingkan, karena pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani dan lainnya menginginkannya untuk tidak terlibat saat mereka melaksanakan kebijakan Ukraina di luar jalur diplomatik pada umumya. Dia juga dijadwalkan memberikan kesaksian pada Jumat (8/11).

Kendati Schiff telah merilis transkrip dari kesaksian saksi mata pribadi, tetapi banyak pihak yang meyakini bahwa kehadiran tiga orang itu dalam sidang publik bakal berdampak lebih dramatis bagi penduduk Amerika.

Sidang yang diadakan di Capitol Hill dijadwalkan disiarkan secara langsung, pada saat anggota parlemen dari kedua belah partai dan staf terlatih mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada saksi. Namun Gedung Putih telah berusaha mendiskreditkan sebagian besar dari saksi-saksi tersebut.

Di sisi lain, anggota parlemen dari Partai Republik telah menghabiskan waktu berpekan-pekan lamanya menuduh Partai Demokrat mengadakan sidang palsu rahasia di ruang bawah tanah Capitol AS, dan menuntut proses sidang yang lebih terbuka.

Menurut Schiff, momen dalam penyelidikan gerak cepat telah tiba, dan bahwa penduduk Amerika bisa mendengar laporan tentang potensi penyalahgunaan kekuasaan secara langsung dari para saksi yang terperangkap dalam skandal itu.

“Sidang tersebut akan memberikan kesempatan rakyat Amerika mengevaluasi para saksi untuk diri mereka sendiri, untuk membuat keputusan sendiri tentang kredibilitas para saksi, tetapi juga belajar langsung tentang fakta-fakta dari kesalahan presiden,” kata Schiff.

Quid Pro Quo

Seperti diketahui, laporan pengaduan dari pelapor pada September menjadi pemicu disorotnya potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh presiden ketika ia menelepon pemimpin Ukraina, dan memintanya untuk menyelidiki mantan wakil presiden Joe Biden, rival potensial Trump pada pemilihan presiden (pilpres) 2020.

Aduan itu mendorong Demokrat untuk meluncurkan penyelidikan pemakzulan, yang kemudian mengarah pada derasnya aliran laporan kesaksian dari para diplomat atau pejabat administrasi saat ini maupun mantan pejabat, yang sebagian besar menguatkan cerita dari si pelapor.

Trump pun mengecam laporan itu sebagai aduan palsu dan menuntut identitas pelapor diungkap.

Bahkan, para pendukung setia (loyalis) Trump di Kongres menganggap remeh proses pemakzulan, seperti yang disampaikan oleh Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy, setelah pengumuman Schiff.

“Jangan tertipu. Sidang publik tidak sama dengan sidang FAIR,” demikian cuitan McCarthy.

Penampilan saksi ahli pekan depan, yang diduga adalah Taylor di mana transkrip kesaksian lengkapnya telah dipublikasikan Rabu, oleh Schiff.

Transkrip kesaksian tersebut melukiskan gambaran memberatkan Trump yang menawarkan quid pro quo (kompensasi/ganti rugi). Menurut kesaksian, pemerintahannya memberikan syarat bantuan militer dan mengupayakan pertemuan Ukraina dengan Trump asalkan Ukraina bersedia meluncurkan penyelidikan terhadap Burisma, yakni nama perusahaan energi Ukraina yang memiliki hubungan dengan putra Biden. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA