Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump. Foto: IST

Donald Trump. Foto: IST

Trump Bantu Petani Terdampak Perang Dagang US$ 16 Miliar

ELD, Minggu, 26 Mei 2019 | 00:03 WIB

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan paket bantuan baru sebesar US$ 16 miliar untuk membantu petani yang terjebak di tengah perang dagang AS dengan Tiongkok.

“Para petani telah diserang oleh Tiongkok. Kami akan membantu petani kita dan kami memberi mereka lapangan bermain yang begitu penting,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (23/5).

Selain itu, Trump mengklaim Tiongkok telah membayar tariff 25% yang telah dikenakan pada impor senilai US$ 200 miliar, yang ekonom setuju dibayar oleh pebisnis dan konsumen.

“Sebagian dari uang itu akan diberikan kepada petani untuk membantu mereka selama periode di mana perdagangan sangat tidak adil bagi mereka,” lanjutnya.

Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan, sebagian besar dana akan digunakan untuk pembayaran langsung ke produsen tanaman dan produsen ternak.

Sementara sebagian kecil bantuan akan digunakan untuk membeli makanan yang digunakan dalam program bantuan AS, seperti bank makanan dan program makan siang sekolah.

“Rencana yang kami umumkan hari ini memastikan para petani tidak menanggung beban pembalasan tarif tidak adil yang dikenakan oleh Tiongkok dan mitra dagang lainnya,” ungkap Perdue kepada wartawan dalam sebuah konferensi.

Ia menambahkan, para petani lebih suka berdagang daripada mendapatkan bantuan, tetapi tanpa perdagangan mereka akan membutuhkan dukungan. Strategi tarif agresif Trump, terutama terhadap Tiongkok, telah menarik balasan keras dari pemerintah Tiongkok dan dirancang untuk memukul Amerika Serikat di bidang yang dapat ditekan, yakni bidang pertanian.

Komoditas kedelai dan daging babi telah menjadi target utama, tetapi banyak tanaman lainnya terkena dampak secara langsung atau tidak langsung. Ekspor kedelai ke Tiongkok turun hingga 75% pada 2018 menurut angka Departemen Perdagangan AS.

Pemerintahan Trump menggenjot bantuan dari jumlah sebesar US$ 12 miliar yang diberikan tahun lalu, tetapi para pejabat mengatakan mereka meningkatkan dan mendesain ulang program tahun ini untuk membuatnya lebih mudah dipahami. Ada harapan besar resolusi dengan Tiongkok berada dalam jarak yang mengejutkan di awal bulan ini. Tetapi sebagian besar optimisme itu menguap ketika Trump, mengatakan pemerintah Tiongkok telah mundur dari komitmen yang dianggap sudah diselesaikan.

Ia telah telah memukul tarif dua kali lipat atas US$ 200 miliar barang-barang dari Tiongkok dan mengancam akan memukul tarif atas semua barang yang telah terhindar sejauh ini. “Tiongkok sudah lama tidak bermain sesuai aturan dan Presiden Trump mendukung mereka, mengirim pesan yang jelas, Amerika Serikat tidak akan lagi mentolerir praktik perdagangan tidak adil mereka,” tegas Perdue.

Departemen Pertanian AS akan menghitung kerusakan yang dirasakan sebagai dampak pembalasan Tiongkok dan para pejabat mengatakan tiga pembayaran pertama diharapkan keluar pada Juli atau Agustus mendatang.

Para pejabat tidak menunjukkan ukuran pembayaran yang diharapkan, tetapi Perdue mengatakan bantuan itu akan sangat condong menuju pembayaran pertama. Sementara pembayaran yang lain akan tergantung pada pasar dan status pembicaraan perdagangan. Tetapi mencapai kesepakatan sekarang, menurutnya, tergantung pada pemerintah Tiongkok. (afp)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN