Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump. Foto: IST

Donald Trump. Foto: IST

Trump Bekukan Aset Pemerintah Venezuela di AS

Grace Eldora, Rabu, 7 Agustus 2019 | 09:12 WIB

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pembekuan pada semua aset milik Pemerintah Venezuela di AS dan melarang transaksi dengan otoritas AS. Pengumuman itu keluar sehari menjelang konferensi besar di Lima, Peru tentang krisis Venezuela. Yang mana delegasi AS mengumumkan langkah-langkah terhadap rezim Presiden Nicolas Maduro di Karakas.

Sesuai pernyataan perintah tersebut disebutkan, Trump mengambil langkah dalam perebutan kekuasaan oleh Nicolas Maduro dan orang-orang yang berafiliasi dengannya, serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Wall Street Journal mengatakan, langkah itu merupakan yang pertama melawan pemerintah Amerika Utara maupun Amerika Selatan dalam lebih dari 30 tahun. Pemberlakukan pembatasan pada pemerintah Venezuela mirip dengan yang dihadapi oleh Korea Utara, Iran, Suriah, dan Kuba.

Pekan lalu Trump membenarkan ketika ditanya apakah dirinya tengah mempertimbangkan blokade atau karantina dari Venezuela. Di Lima, delegasi AS yang berkekuatan tinggi, termasuk Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Menteri  Perdagangan Wilbur Ross, diharapkan untuk menguraikan langkah-langkah hukuman lebih lanjut.

Bolton menggambarkan langkah-langkah itu sebagai penyapuan dengan banyak konsekuensi potensial. Perintah pembekuan aset oleh Trump memengaruhi semua properti dan kepentingan properti pemerintah Venezuela yang sudah ada di Amerika Serikat, yang selanjutnya datang di Amerika Serikat, atau yang atau selanjutnya dimiliki atau dikendalikan orang Amerika Serikat mana pun.

“(Aset-aset ini) diblokir dan tidak boleh ditransfer, dibayar, diekspor, ditarik, atau ditangani," lanjut pernyataan tersebut.

Langkah itu juga melarang transaksi dengan otoritas Venezuela yang asetnya diblokir. Ini juga sekaligus melarang kontribusi atau penyediaan dana, barang, atau jasa apapun oleh, kepada, atau untuk kepentingan setiap orang yang properti dan aset propertinya diblokir sesuai dengan pesanan ini. Serta memblokir tanda terima dari setiap kontribusi atau penyediaan dana, barang, atau jasa dari orang tersebut.

Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menulis lewat media sosial Twitter, menyatakan persetujuannya atas langkah AS. Ia mengatakan, pelarangan tersebut berusaha melindungi Venezuela dari kediktatoran Maduro. Adapun Guaido diakui sebagai presiden sementara oleh AS dan puluhan negara lainnya.

"Mereka yang mendukungnya, mendapat manfaat dari kelaparan dan rasa sakit rakyat Venezuela, harus tahu itu memiliki konsekuensi," kata dia.

 

Dipersalahkan

Awal tahun ini, Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara dalam upaya menggulingkan Maduro.

Tetapi pemimpin sosialis tersebut menolak menyerah. Dalam perintah eksekutifnya, Trump menyalahkan pemerintah Maduro atas upaya berkelanjutan mengacaukan Guaido dan Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi.

Upaya Guaido sementara itu terhenti, meskipun ada dukungan internasional dan ketidakpuasan meluas atas Maduro, yang mampu mempertahankan kekuasaan dengan dukungan pasukan keamanan negara. Kedua belah pihak mulai bernegosiasi di Norwegia pada Mei lalu, dengan putaran perundingan terbaru dibuka pekan lalu di Barbados.

Mediator Norwegia menyatakan, baik Guaido dan Maduro telah menegaskan kembali kesediaan mereka untuk menyelesaikan krisis politik, tetapi pembicaraan belum menghasilkan resolusi. Partai-partai di masa lalu telah meletakkan posisi-posisi yang sangat berlawanan. Guaido dan oposisi menyebut Maduro melakukan perampasan dan menuduhnya mencurangi jajak pendapatan 2018 yang membuatnya terpilih kembali. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA