Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton saat menjawab pertanyaan wartawan di Minsk, pada 29 Agustus 2019. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemecatan Bolton pada 10 September 2019 dan akan menyampaikan nama penggantinya pada pekan depan. (Foto: AFP / Sergei GAPON)

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton saat menjawab pertanyaan wartawan di Minsk, pada 29 Agustus 2019. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemecatan Bolton pada 10 September 2019 dan akan menyampaikan nama penggantinya pada pekan depan. (Foto: AFP / Sergei GAPON)

Trump Berhentikan Penasihat Keamanan Nasional

Grace Eldora, Kamis, 12 September 2019 | 09:59 WIB

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (11/9) waktu setempat, mengumumkan pemecatan penasihat keamanan nasional John Bolton, yang dikenal akan sikap kerasnya. Langkah tersebut secara luas dipandang untuk mendorong Trump bernegosiasi dengan musuh-musuh AS di Afghanistan, Korea Utara, dan tempat-tempat berkonflik lainnya.

Trump mengatakan dirinya tidak setuju dengan kebijakan Bolton, yang diumumkan melalui media sosial Twitter. "Saya meminta John mengundurkan diri, yang diberikan kepada saya pagi ini," unggah Trump, Selasa.

Menurutnya, pengganti kepala keamanan nasional keempat AS dalam waktu kurang dari tiga tahun, akan dinamai pada pekan depan.

Bolton, yang telah dijadwalkan untuk memberikan konferensi pers di Gedung Putih tentang masalah yang tidak berhubungan dengan hal ini, membantah dipecat dan berkeras dirinya telah mengundurkan diri.

Berita mengejutkan tersebut datang beberapa hari setelah Trump menimbulkan kegemparan dengan mengungkapkan dirinya membatalkan pembicaraan rahasia dengan Taliban Afghanistan. Bolton merupakan sosok veteran dan kontroversial yang terkait erat dengan invasi ke Irak dan dengan putusan kebijakan luar negeri AS yang agresif.

Ia dilihat sebagai salah satu kekuatan pendorong utama dalam pendekatan pemerintah AS ke Iran, Korea Utara, Venezuela, dan tempat lain. Bolton terkenal dengan kumisnya yang besar dan kertas catatan kuning. Mantan duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong kembali upaya-upaya dramatis Trump, meskipun sejauh ini gagal, untuk bernegosiasi dengan Taliban dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.

Menurut laporan media AS, tawaran Trump yang luar biasa namun gagal menerbangkan para pemimpin Taliban ke Camp David akhir pekan lalu, sehingga memicu pertikaian besar. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengingatkan, kepergian Bolton tidak boleh ditafsirkan sebagai perubahan strategi yang digembar-gemborkan.

"Saya tidak berpikir pemimpin mana pun di dunia harus membuat asumsi, karena seseorang dari kita meninggalkan jabatannya, kebijakan luar negeri Presiden Trump akan berubah secara material," kata Pompeo kepada para wartawan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menggarisbawahi, Trump dan stafnya tetap sepenuhnya selaras dengan sanksi AS yang melumpuhkan Iran, yang dikenal sebagai kampanye tekanan maksimum. Tetapi ketika ditanya apakah Trump masih terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Majelis Umum PBB bulan ini, Pompeo membenarkan.

Adapun pertemuan tersebut akan menjadi peristiwa terobosan, sama seperti terobosan usulan pembicaraan dengan Taliban.

Seperti yang sering terjadi dalam masa kepresidenan Trump, penanganan perombakan mendadak dinilai terlihat kacau. Bolton bergabung dengan sejumlah pejabat senior yang datang dan pergi selama Trump menjabat sebagai presiden.

Sejak memasuki kantor Gedung Putih pada Januari 2017, Trump telah memiliki dua sekretaris pertahanan, dua sekretaris pelaksana, dua sekretaris negara, dua direktur CIA, dan enam direktur komunikasi.

Trump memiliki kebiasaan mengumumkan berita domestik dan internasional utama di akun Twitter pribadinya. Ia mengungkapkan pemecatan terbaru sekitar tengah hari dan telah memberi tahu Bolton tentang keputusannya pada Senin (9/9) malam. (afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN