Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Demonstran memprotes kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke lokasi penembakan massal di Dayton, Ohio pada 7 Agustus 2019. Sembilan orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan pada 4 Agustus di kota yang terletak di Distrik Oregon. AFP / Megan JELINGER

Demonstran memprotes kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke lokasi penembakan massal di Dayton, Ohio pada 7 Agustus 2019. Sembilan orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan pada 4 Agustus di kota yang terletak di Distrik Oregon. AFP / Megan JELINGER

Trump Mengelak Telah Picu Ekstremisme

Iwan Subarkah Nurdiawan, Kamis, 8 Agustus 2019 | 09:15 WIB

DAYTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (7/8) mengunjungi lokasi penembakan massal di negara bagian Ohio dan Texas. Ia membantah kritik bahwa retorikanya soal ras dan imigrasi telah memicu ekstremisme yang disertai kekerasan.

Di kota Dayton, Ohio, akhir hari lalu, sembilan orang tewas ditembak. Sedangkan di kota El Paso, Texas, 22 orang tewas diberondong peluru di sebuah toserba Walmart.

Toserba tersebut kerap dikunjungi warga Hispanik. Pelakunya mempublikasikan manifesto yang menyinggung penggambaran dari Trump bahwa imigrasi ilegal itu merupakan invasi.

Trump mengelak hal itu. Di Gedung Putih, sebelum bertolak ke dua kota tersebut, ia berpendapat bahwa retorikanya justru telah menyatukan masyarakat.

“Pengkritik saya adalah para politikus. Mereka berupaya unjuk diri. Banyak dari mereka juga maju untuk menjadi presiden,” ujar Trump, yang berasal dari Partai Republik.

Salah satu pengkritik itu adalah bakal calon kuat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Mantan wakil presiden AS ini menuding Trump mengipas-ngipasi supremasi kulit putih.

“Trump tidak punya kepemimpinan moral, tidak ada niat untuk menyatukan bangsa. Kita punya presiden yang lidahnya beracun, yang secara terbuka dan tanpa malu menjalankan strategi politik penuh kebencian, rasisme, dan perpecahan,” tutur Biden, dalam teks pidatonya.

Aksi protes diperkirakan berlangsung saat kunjungan Trump ke Dayton dan Ohio. Walikota Dayton yang asal Demokrat Nan Whaley berjanji akan menyampaikan pendapatnya kepada Trump.

“Sebagai tokoh ia tidak membantu. Orang-orang harus bangkit dan menyuarakan ketidaksenangannya,” kata dia.

Veronica Escobar, anggota Kongres Demokrat dan asal El Paso mengatakan sikapnya jelas kepada presiden. “Dari perspektif saya, ia tidak diinginkan di sini. Ia tidak seharusnya datang ke sini,” ujar Escobar, pada Selasa (6/8), kepada MSNBC.

Sementara Trump marah atas tudingan-tudingan bahwa pemerintahannya sengaja memecah belah AS atas nama ras.

“Saya orang paling tidak rasis. Pengangguran kulit hitam, Hispanik, dan Asia adalah yang terendah dalam sejarah Amerika Serikat!” kata Trump, Selasa, via Twitter. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN