Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Trump: Vaksin Virus Corona Bisa Siap dalam Sebulan

Kamis, 17 September 2020 | 06:25 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PHILADELPHIA, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, vaksin virus corona mungkin akan tersedia dalam waktu satu bulan. Ekspektasi ini bahkan melebihi prediksi optimistisnya sendiri. Trump juga menambahkan, pandemi ini bisa hilang dengan sendirinya.

"Kita sangat dekat dengan (penemuan) vaksin. Kita hanya beberapa minggu (lagi) untuk mendapatkannya, Anda tahu, bisa jadi tiga minggu, empat minggu," katanya pada sesi tanya jawab dengan para pemilih di Pennsylvania, yang ditayangkan di ABC News pada Selasa (15/9) waktu setempat, yang dikutip AFP.

Hanya beberapa jam sebelumnya, berbicara kepada Fox News, Trump mengatakan vaksin bisa tersedia empat minggu atau bisa jadi delapan minggu.

Partai Demokrat telah menyatakan keprihatinan bahwa Trump memberikan tekanan politik pada regulator kesehatan dan para ilmuwan untuk lebih cepat menyetujui vaksin. Yakni pada waktunya untuk membantu membalikkan keadaan dan berupaya terpilih kembali, melawan penantangnya Joe Biden pada pemilihan presiden 3 November 2020.

Para ahli, termasuk dokter penyakit menular pemerintah AS Anthony Fauci mengatakan, persetujuan vaksin lebih mungkin dilakukan menjelang akhir tahun.

Dalam diskusi itu, Trump ditanya oleh ABC mengapa dia meremehkan besarnya pandemi Covid-19, yang sekarang telah membunuh hampir 200.000 orang di AS.

"Saya tidak meremehkannya. Sebenarnya, dalam banyak hal, saya mementingkannya dalam hal tindakan," jawab Trump.

Tetapi Trump sendiri mengatakan kepada jurnalis Bob Woodward selama wawancara yang direkam untuk buku baru Rage, diterbitkan Selasa, dirinya sengaja memutuskan untuk mengecilkan untuk menghindari kegelisahan warga Amerika.

Kembali ke salah satu pandangannya yang paling kontroversial tentang virus, Trump bersikeras pandemi akan menghilang.

"Ini akan hilang tanpa vaksin, tetapi akan pergi jauh lebih cepat dengan (vaksin) itu," katanya. Sementara itu, pandemi telah merusak ekonomi dan ilmuwan pemerintah mengatakan penyakit tersebut akan tetap menjadi bahaya selama beberapa waktu.

"Anda akan berkembang seperti kekebalan," tukas Trump, saat ditantang tentang bagaimana virus akan hilang dengan sendirinya.

Dia berkata tentang konsep kekebalan komunal (herd immunity), ketika cukup banyak orang yang telah mengembangkan kekebalan terhadap penyakit tersebut untuk menghentikan penyebaran secara efektif.

"Ini akan menjadi kekebalan yang dikembangkan dan itu akan terjadi. Itu semua akan terjadi, tetapi dengan vaksin, saya pikir itu akan hilang dengan sangat cepat. Tetapi saya benar-benar yakin kita sedang mendekat ke sana," imbuhnya.

Masker

Presiden, yang jarang terlihat memakai masker di depan umum dan sudah lama menolak mendorong warga Amerika untuk mengadopsi kebiasaan baru, mengatakan banyak orang tidak ingin memakai masker dan orang tidak berpikir masker itu baik.

Ditanya orang apa yang dia maksud, Trump menjawab: "Para pelayan. Mereka datang dan mereka melayani Anda dan mereka menggunakan masker. Saya melihatnya kemarin saat mereka melayani saya dan mereka memainkan masker itu. Saya tidak menyalahkan mereka. Saya hanya mengatakan apa yang terjadi. Mereka bermain dengan masker. Jadi masker sudah tidak berguna, dan mereka menyentuhnya, lalu mereka menyentuh piring, dan itu tidak baik." ia menjelaskan.

Jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Amerika tidak setuju dengan penanganan Trump atas krisis kesehatan.

Jajak pendapat mingguan NBC News dan SurveyMonkey pada Selasa menemukan, sebanyak 52% orang dewasa tidak percaya pernyataan Trump tentang vaksin virus corona yang akan datang, dibandingkan dengan 26% yang percaya. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN