Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Pialang sedang bekerja di Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat (Reuters/ANTARA)

Ilustrasi: Pialang sedang bekerja di Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat (Reuters/ANTARA)

Wall Street Dijatuhkan Covid-19

Sabtu, 21 November 2020 | 07:28 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama saham di Bursa AS Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) karena meningkatnya kasus Covid-19 yang dikhawatirkan akan memperluas penguncian. Investor juga mempertanyakan stimulus bantuan Covid-19 yang hingga kini belum menemui kepepakatan setelah Pilpres AS selesai, dan juga pendanaan bank sentral untuk program darurat guna memulihkan ekonomi.

Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,8% menjadi 29.263,48. S&P 500 merosot 0,7% menjadi 3.557,54. Nasdaq Composite mundur 0,4% untuk mengakhiri hari di 11.854,97.

Boeing dan Salesforce memimpin penurunan Dow turun 2,9%. Semenara itu, sektor teknologi dan industri terkoreksi 1,1% dan 0,9%, memimpin penurunan S&P 500.

Rata-rata dalam tujuh hari terakhir, infeksi Covid-19 di AS per hari mencapai 165.029, menurut analisis CNBC dari data John Hopkins. Angka ini 24% lebih tinggi dari seminggu lalu. Pada Kamis saja, tercatat 187.833 kasus. Banyak negara bagian membatalkan rencana pembukaan kembali dan menerapkan pembatasan baru untuk menekan penyebaran.

Gubernur California Gavin Newsom pada Kamis (19/11/2020) mengeluarkan perintah pada warganya agar tinggal di rumah. Pekerjaan dan pertemuan yang tidak penting tidak diperbolehkan antara pukul 10 malam dan 5 pagi.

Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan warga Amerika tidak bepergian pada acara Thanksgiving.

Ekonom JP Morgan menulis dalam sebuah catatan bahwa pembatasan akibat Covid-19 akan membuat ekonomi negatif pada kuartal pertama 2021. JP Morgan menurunkan prospek PDB kuartal pertama menjadi terkontraksi minus 1%. Hal ini membuat JP Morgan, ekonom Wall Street pertama yang memperkirakan PDB negatif di awal tahun depan.

Pelemahan perdagangan Jumat menyebabkan Dow dan S&P 500 turun secara mingguan pertama kalinya dalam tiga minggu. Dow turun 0,7% minggu ini dan S&P 500 kehilangan 0,8%.

Sentimen yang membebani pasar Jumat adalah ketidaksepakatan antara Departemen Keuangan dan Federal Reserve atas kelanjutan pendanaan untuk beberapa program darurat yang dilaksanakan selama resesi.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin berusaha mengakhiri beberapa fasilitas The Fed yang membeli obligasi korporasi serta program pinjaman untuk bisnis kecil dan menengah. Padahal menurut bank sentral, program tersebut berperan penting mendukung ekonomi.

Sementara investor mendapat kabar baik tentang vaksin. Pfizer dan BioNTech mengajukan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 kepada Food and Drug Administration (FDA). Perusahaan menyatakan siap mengirimkan vaksin dalam beberapa jam setelah FDA menyetujui otorisasi.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN