Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Wall Street Menguat, S&P500 Cetak Rekor Tertinggi

Jumat, 11 Juni 2021 | 06:56 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan S&P 500 ditutup di atas rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai 7 Mei. Pasar menilai, data ekonomi mendukung pernyataan Federal Reserve bahwa gelombang peningkatan inflasi saat ini akan bersifat sementara.

Ketiga indeks utama saham AS menguat, dengan saham-saham bigcaps terkemuka di pasar menempatkan Nasdaq di depan. Tetapi transportasi dan smallcaps yang sensitif secara ekonomi mengakhiri sesi di wilayah negatif.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 19,10 poin atau 0,06% menjadi 34.466,24 poin. Indeks S&P 500 bertambah 19,63 poin atau 0,47% menjadi ditutup ada 4.239,18 poin. Nasdaq Composite naik 108,58 poin atau 0,78% menjadi 14.020,33 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor perawatan kesehatan meningkat 1,69%, memimpin keuntungan. Sementara itu, sektor keuangan tergelincir 1,12% menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Data indeks harga konsumen (IHK) Departemen Tenaga Kerja AS mencatatkan di atas konsensus dan menambah perdebatan tentang apakah lonjakan harga-harga saat ini dapat berubah menjadi inflasi jangka panjang, meskipun ada jaminan Fed bahwa inflasi bersifat sementara.

Tetapi pengamatan lebih dekat menunjukkan bahwa sebagian besar lonjakan harga-harga berasal dari barang-barang seperti komoditas dan tiket pesawat, dan oleh karena itu cenderung bersifat sementara.

"Awal minggu ini kami mengalami hari-hari pasar yang sangat membosankan karena kami semua memperhatikan laporan IHK ini," kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina. "Tetapi begitu orang melihat ke bawah permukaan, sebagian besar inflasi yang lebih tinggi disebabkan oleh pembukaan kembali, dan saham mengalami reli yang melegakan."

"Pasar menerimanya dengan tenang karena menyadari seluruh ekonomi tidak terlalu panas," tambah Detrick.

Paket Infrastruktur
Sebuah komite DPR AS mengesahkan RUU pengeluaran infrastruktur senilai US$ 547 miliar yang menargetkan transportasi permukaan (pergerakan orang atau barang melalui jalan darat, kereta api, atau kapal laut, bukan dengan pesawat terbang), mengadopsi beberapa proposal Presiden Joe Biden sebagai bagian dari paket infrastrukturnya yang lebih luas senilai US$ 2,3 triliun .

Namun, sektor-sektor yang mendapat keuntungan dari belanja infrastruktur mengakhiri sesi lebih rendah. Sektor industri dan transportasi masing-masing turun 0,5% dan 0,7%. Tetapi sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turun paling banyak, merosot 1,1% .

GameStop Corp, saham yang paling terkait erat dengan fenomena "saham meme" yang didorong media sosial, anjlok 27,2% setelah pengecer videogame itu mengatakan akan menjual saham baru.

Saham lain yang telah diuntungkan dari reli kenaikan yang cepat, termasuk Clover Health Investments Corp, AMC Entertainment Holdings, Bed Bath & Beyond Inc dan GEO Group, juga anjlok antara 8 -9%.


 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN