Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Bursa saham Wall Street/AS

Ilustrasi: Bursa saham Wall Street/AS

Wall Street Reli, Dow Naik 0,83%

Kamis, 22 Juli 2021 | 06:13 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham-saham di Wall Street melanjutkan reli untuk hari keduanya dengan Dow naik lebih dari 200 poin atau 0,83% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Rebound mereka menghapis penurunan satu hari pada Senin waktu setempat.

Musim laporan keuangan menambah sentimen bullish karena banyak emiten mencatatkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Anggota Dow, yakni Coca-Cola dan Johnson & Johnson merilis laporann pendapatan kuartalan yang melampaui level pra-pandemi 2019 dan meningkatkan perkiraan setahun penuh. Saham Coca-Cola naik lebih dari 1%.

Dow Jones Industrial Average naik 286,01 poin, atau 0,83%, menjadi 34.798,00. Itu duduk kurang dari 1% dari rekor. S&P 500 naik 0,82% menjadi 4.358,69. Nasdaq Composite naik 0,92% menjadi 14.631,95.

Indeks 30-saham Dow menguat hampir 550 poin pada hari Selasa, setelah jatuh 725 poin pada hari Senin untuk sesi terburuk dalam delapan bulan. Reli berturut-turut sekarang telah sepenuhnya menghapus kerugian dari awal minggu untuk ketiga indeks.

"Selasa adalah pemantulan oversold dari kejatuhan Senin," Thomas Essaye dari Sevens Report Research mengatakan dalam sebuah laporan Rabu. Pasar obligasi, khususnya imbal hasil Treasury 10-tahun, mendorong pasar ekuitas.

Pada hari Rabu, imbal hasil 10-tahun naik 8 basis poin menjadi 1,29% (1 basis poin sama dengan 0,01%). Imbal hasil turun ke level terendah 5 bulan baru pada hari Senin, sebelum stabil pada hari Selasa.

Penurunan suku bunga membuat investor ekuitas bingung dengan menandakan kemungkinan perlambatan ekonomi karena meluasnya penyebaran varian Covid Delta. Bahkan dengan obligasi bergerak lebih tinggi, trennya masih turun, dibandingkan lima bulan lalu ketika 10 tahun berada di atas 1,7%.

Saham yang paling diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi, naik pada Rabu setelah rebound dari aksi jual Senin di sesi sebelumnya. Saham Karnaval naik 9,4%. Las Vegas Sands naik 3,4%.

Saham energi memimpin reli lanjutan karena minyak terus rebound setelah jatuh di bawah $70 per barel pada hari Senin. Energy Select SPDR naik 3,4%.

Moderna bergabung dengan S&P 500, memberikan saham dorongan 30% dari seminggu yang lalu. Sahamnya naik hampir 4,5%.

Netflix melaporkan panduan pelanggan kuartal ketiga yang mengecewakan . Raksasa streaming itu mengatakan pihaknya mengharapkan 3,5 juta pelanggan bersih pada kuartal ketiga, hampir 2 juta di bawah perkiraan analis. Saham Netflix terakhir turun 3,2%.

Bergejolak

Beberapa ahli strategi melihat pasar menuju ke periode yang bergejolak, di mana mungkin ada kemunduran yang lebih dalam. Investor menyulap kekhawatiran tentang inflasi serta kasus Covid baru yang rebound di AS saat varian delta menyebar.

"Saya pikir apa yang telah kita lihat di sini adalah tembakan peringatan dini dari koreksi yang mungkin akan kita lihat ... pada akhir Agustus, September, Oktober," kata Matt Maley, ahli strategi ekuitas di Miller Tabak.

Namun, data menunjukkan lonjakan jumlah kasus Covid biasanya tidak membuat pasar saham turun lama. Dalam 14 bulan sejak puncak April dalam rata-rata kasus harian tahun lalu, jumlah kasus AS telah meningkat empat kali lipat di mana S&P 500 tetap positif.

Hussey dari Goldman mengatakan pengetahuan yang lebih baik tentang Covid dan vaksin yang tersedia mampu mengurangi dampaknya sehingga kegiatan ekonomi AS tidak akan membeku lagi dengan gelombang kasus virus lainnya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN