Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange, Wall Street, AS. (Foto AFP).

Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange, Wall Street, AS. (Foto AFP).

Wall Street Turun, Data Inflasi AS Lebih Kuat

Rabu, 16 Juni 2021 | 06:11 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama Wall Street ditutup turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) karena data menunjukkan inflasi yang lebih kuat. Hal ini membuat investor khawatir menunggu hasil pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve.

Jaminan dari The Fed bahwa kenaikan harga bersifat sementara dan penurunan imbal hasil Treasury AS telah membantu meredakan beberapa kekhawatiran atas inflasi dan mendukung saham AS dalam beberapa pekan terakhir. Semua mata sekarang tertuju pada pernyataan bank sentral pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu waktu AS.

Dow Jones Industrial Average turun 94,42 poin, atau 0,27%, menjadi 34.299,33, S&P 500 kehilangan 8,56 poin, atau 0,20%, menjadi 4.246,59 dan Nasdaq Composite turun 101,29 poin, atau 0,71%, menjadi 14.072,86. Tujuh dari 11 sektor utama S&P tergelincir.

Di antara mereka adalah layanan komunikasi, yang berakhir 0,5% lebih rendah, setelah mencapai rekor tertinggi intraday di awal sesi.

Data menunjukkan percepatan harga produsen bulan lalu karena rantai pasokan berjuang untuk memenuhi permintaan sebagai dampak pembukaan kembali ekonomi. Sebuah laporan terpisah menunjukkan penjualan ritel AS turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei.

“Ada sedikit reaksi terhadap data ekonomi yang kami dapatkan, yang sebagian besar menunjukkan bahwa ekonomi mulai melepaskan diri dari stimulus, pemulihan sedikit melambat, dan inflasi terus tumbuh,” kata Ed Moya, analis pasar senior untuk Amerika di OANDA.

The Fed kemungkinan akan mengumumkan pada Agustus atau September sebuah strategi untuk mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran, tetapi tidak akan mulai memotong pembelian bulanan hingga awal tahun depan, menurut jajak pendapat ekonom Reuters.

Benchmark S&P 500, blue-chip Dow Jones dan Nasdaq yang berfokus pada teknologi masing-masing telah naik 13%, 12,1% dan 9,2% sepanjang tahun ini, sebagian besar didorong oleh optimisme tentang pembukaan kembali ekonomi.

Namun, S&P 500 secara luas terjebak dalam kisaran, meskipun mencatat rekor tertinggi ke-29 pada tahun 2021 pada hari Senin, dibandingkan dengan 33 untuk sepanjang tahun lalu. Penguat terbesar adalah indeks energi, yang naik 2,1% karena harga minyak mencapai tertinggi multi-tahun karena prospek permintaan yang positif.

Exxon Mobil Corp mengalami hari terbaiknya sejak 5 Maret, melonjak 3,6%.

Dalam berita perusahaan, Boeing Co naik 0,6% setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa menyetujui gencatan senjata dalam konflik 17 tahun mereka atas subsidi pesawat yang melibatkan pembuat pesawat dan saingannya Airbus.

Volume di bursa AS adalah 9,98 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,58 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN