Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi dolar AS

Ilustrasi dolar AS

Yield Obligasi Jatuh, Dolar AS ke Titik Terendah 4 Minggu

Sabtu, 17 April 2021 | 08:41 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS jatuh yang menyeret pelemahan dolar hingga ke titik terendah empat minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya (greenback) pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Pasar meyakini Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan akomodatif untuk waktu yang lebih lama.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun ke level terendah satu bulan di 1,528%, bergerak lebih jauh dari tertinggi tahun ini pada level 1,776%. Yield obligasi AS terus melemah meski data penjualan ritel dan data pekerjaan lebih kuat dari perkiraan pada Kamis (15/4/2021) .

Pada Jumat (16/4/2021), imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun memulihkan beberapa penurunannya menjadi diperdagangkan pada 1,5675 persen.

Minh Trang, pedagang senior valas di Silicon Valley Bank, mengatakan pedagang pasar uang banyak melakukan aksi ambil untung setelah apresiasi tajam greenback pada Maret. Selera investor yang meningkat terhadap aset-aset berisiko seperti ekuitas, juga mendorong pelemahan dolar AS.

Beberapa pelaku pasar memperkirakan pelemahan dolar akan terus berlanjut. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang saingannya turun 0,1 % menjadi 91,561, terendah sejak 18 Maret. Untuk minggu ini indeks turun 0,7%, menetapkan penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Presiden Fed San Francisco, Mary Daly mengatakan ekonomi AS masih jauh dari membuat "kemajuan substansial" menuju target bank sentral untuk inflasi 2% dan lapangan kerja penuh, batasan yang telah ditetapkan Fed untuk mulai mempertimbangkan mengurangi dukungannya terhadap ekonomi.

Sementara itu, mata uang kripto turun. Bitcoin berdiri sekitar 61.648,71 dolar AS, di bawah rekor tertinggi 64.895 dolar yang dicapai pada Rabu (14/4/2021), ketika platform mata uang kripto Coinbase minggu ini melakukan debutnya dalam pencatat saham di Nasdaq.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN