Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)

Wall Street Terkoreksi, Pasar Khawatir Inflasi

Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:26 WIB
S.R Listyorini

Investor.id -Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Pasar khawatir inflasi akan mempengaruhi kebijakan The Fed.

Dow Jones Industrial Average turun 117,72 poin, atau 0,3%, menjadi 34.378,34. S&P 500 melemah 0,2% menjadi 4.350,65. Adapun Nasdaq Composite ditutup 0,1% lebih rendah menuju 14.465,92.

Rata-rata pergerakan indeks di dekat garis datar sebelum aksi jual meningkat hingga penutupan perdagangan. "Pasar sebagian besar masih wait and see menjelang rilis laporan minggu ini," kata analis Bank of America, Stifel, dalam sebuah catatan.

Investor, kata dia, menunggu beberapa katalis seperti data inflasi September dan penjualan ritel, FOMC terbaru, dan awal musim pendapatan kuartal tiga.

Indeks harga konsumen atau inflasi September dijadwalkan akan diumumkan Rabu pagi. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan melonjak 0,3% dari bulan sebelumnya dan 5,3% (year on year/yoy).

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu juga akan merilis risalah pertemuan September. Investor akan memantau hasil pertemuan sebagai patokan rencana bank sentral mengurangi kebijakan moneter yang mudah.

JP Morgan Chase dan Delta Air Lines dijadwalkan merilis musim pendapatan kuartal ketiga Rabu. Adapun perusahaan besar lainnya yang melaporkan hasil keuangan kuartalan akhir pekan ini yakni Bank of America, Walgreens Boots Alliance, Wells Fargo, Morgan Stanley, Citigroup dan Goldman Sachs.

Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan global, karena tantangan rantai pasokan dan penyebaran Covid-19.

"Kami melihat gangguan pasokan di seluruh dunia memberi tekanan inflasi, yang cukup tinggi dan pengambilan risiko keuangan juga meningkat, yang menimbulkan risiko tambahan terhadap prospek," kata ekonom IMF Gita Gopinath dalam siaran pers.

IMF mengatakan bank sentral seperti Federal Reserve harus siap untuk memperketat kebijakan moneter jika inflasi berjalan terlalu panas.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN