Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Rusia Vladimir Putin. ( Foto: DMITRY LOVETSKY / POOL / AFP  )

Presiden Rusia Vladimir Putin. ( Foto: DMITRY LOVETSKY / POOL / AFP )

Harga Minyak Sangat Mungkin Capai US$ 100

Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:02 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (13/10) mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia sangat mungkin mencapai level US$ 100 per barel karena terus naiknya permintaan akan seluruh komoditas energi.

Harga energi dunia telah melonjak seiring bergulirnya kembali aktivitas ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Lonjakan itu juga disebabkan ketatnya pasokan.

Harga minyak mentah West Texas Instruments (WTI) telah menembus angka US$ 80 per barel pada pekan lalu. Ini merupakan yang pertama sejak November 2014.

Putin selaku kepala negara salah satu produsen minyak terbesar dunia meyakini bahwa harga dapat naik lebih tinggi lagi. “Hal itu sangat memungkinkan,” kata dia di Moskow kepada CNBC, saat menjawab pertanyaan apakah WTI dapat mencapai US$ 100 per barel.

Tapi, tambah dia, Rusia dan negara-negara produsen minyak lainnya akan melakukan segala cara untuk menstabilkan pasar.

“Rusia dan mitra-mitranya di OPEC+ akan melakukan segalanya untuk memastikan stabilisasi pasar minyak. Kami akan berupaya untuk mencegah timbulnya guncangan apa pun jika harga terus naik. Kami tentunya tidak menginginkan hal itu terjadi karena akan merugikan,” tutur Putin.

OPEC+ pada bulan ini memutuskan untuk tidak meningkatkan produksi harian. Sekalipun ada tekanan dari negara-negara lainnya.

Putin dalam kesempatan itu juga menegaskan lagi bahwa negaranya tidak menggunakan energi sebagai senjata melawan Eropa. Rusia, kata dia, siap membantu krisis energi yang sedang bergejolak di kawasan.

“Kami tidak menggunakan apa pun sebagai senjata. Bahkan dalam masa-masa terberat Perang Dingin pun Rusia tetap memenuhi kewajiban-kewajiban kontrak dan memasok gas ke Eropa,” kata Putin.

Sebelumnya berkembang laporan bahwa Rusia menahan pasokan gas ke Eropa, sehingga terjadi krisis energi di benua biru tersebut. Putin menyebut tuduhan-tuduhan seperti itu bermotifkan politik.

“Tidak ada dasarnya kami menggunakan energi sebagai bentuk senjata. Sebaliknya, Rusia memperluas pasokannya ke Eropa,” kata Putin.

Berbicara sebelum mengikuti diskusi panel di acara Pekan Energi Rusia, Putin mengatakan bahwa Eropa seyogyanya tidak menyalahkan pihak lain atas krisis energi di kawasan. Yang menurutnya dikarenakan negara-negara Eropa teledor untuk memenuhi kecukupan cadangan gas sepanjang musim panas lalu.

“Kenaikan harga gas di Eropa merupakan konsekuensi dari defisit energi dan bukan karena sebaliknya. Oleh karena itu sebaiknya tidak ada balik menyalahkan,” ujar Putin di hadapan para delegasi acara tahunan yang sekarang memasuki tahun ke-20 tersebut.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN