Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) menyambut aktor Amerika Serikat dan Utusan Niat Baik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ben Stiller (kiri) pada pertemuan mereka di Kyiv. (FOTO: Handout / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) menyambut aktor Amerika Serikat dan Utusan Niat Baik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ben Stiller (kiri) pada pertemuan mereka di Kyiv. (FOTO: Handout / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP)

Update Perang di Ukraina: Kota Timur Ukraina bak Neraka hingga Komitmen AS Membela Lituania

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:34 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Kota timur Ukraina, Severodonetsk, hancur dan digambarkan seperti “neraka”. Sementara itu pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan komitmen untuk membela negara tetangga Rusia dan sesama anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Lituania, jika terjadi serangan.

Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.

Penembakan Besar di Timur Ukraina

Gubernur Lugansk Sergiy Gaiday menggambarkan situasi di Severodonetsk sebagai “neraka”, tetapi meyakinkan bahwa pasukan masih bertahan. “Orang-orang kita memegang posisi mereka dan akan terus bertahan selama diperlukan,” katanya, Rabu (22/6).

Baca juga: Presiden akan Kunjungi Ukraina dan Rusia, Temui Pemimpin Kedua Negara

Pejabat Ukraina itu mengatakan bahwa pasukan Rusia secara besar-besaran menembaki kota timur Lysychansk, salah satu dari dua kota saudara di wilayah Lugansk yang sangat penting dalam pertempuran untuk pusat industri Ukraina di Donbas.

“Mereka hanya menghancurkan semua yang ada di sana,” kata Gaiday. Dalam pernyataan selanjutnya, dia mengatakan bahwa warga sedang dievakuasi.

Lysychansk terletak tepat di seberang sungai Donets dari reruntuhan kota Severodonetsk, di mana pasukan terakhir Ukraina yang tersisa bertahan di pabrik kimia sambil menunggu lebih banyak senjata berat untuk mencoba menghentikan kemajuan Rusia.

Negara Tetangga Rusia, Lithuania, Mendapat Dukungan Kuat AS

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan komitmennya sangat kuat untuk membela tetangga Rusia dan sesama anggota NATO, Lituania, jika terjadi serangan.

“Kami mendukung sekutu NATO kami dan kami mendukung Lithuania,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price. Ia mengulangi bahwa serangan terhadap negara itu, di bawah aturan NATO, akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota aliansi.

Anggota Uni Eropa (UE), Lithuania, menarik kemarahan pemerintah Rusia dengan melarang konvoi rel barang-barang yang ditargetkan oleh sanksi UE. Jalur itu berfungsi sebagai saluran untuk pengiriman barang antara daratan Rusia di sebelah timurnya dan pos terdepan Laut Baltik Rusia di Kaliningrad di sebelah baratnya.

Otoritas Rusia telah mengancam dampak serius atas penutupan jalur ini.

Lima Belas Tewas di Kharkiv

Lima belas orang, termasuk seorang anak berusia delapan tahun, tewas oleh penembakan yang terjadi Selasa (21/6) waktu setempat di dan sekitar kota timur laut Kharkiv. Pasukan Rusia meningkatkan serangan mereka di wilayah itu, sebulan setelah mengalihkan serangan dari pinggiran utara kota itu.

“Lima belas orang tewas dan 16 lainnya luka-luka. Itulah konsekuensi mengerikan dari penembakan siang hari Rusia di wilayah Kharkiv,” kata Gubernur Kharkiv Oleg Synegubov.

Baca juga: Inflasi Inggris Tertinggi Baru dalam 40 Tahun, BoE Ditekan untuk Naikkan Suku Bunga

Kematian terjadi di Kharkiv yang adalah kota terbesar kedua di Ukraina, serta Chuguiv yang berjarak 30 kilometer (km) ke tenggara dan Zolochiv, 40 km ke utara.

Ancaman Terhadap Orang Amerika Dinilai Mengerikan

Sementara itu, pemerintah AS mengungkapkan kemarahannya setelah juru bicara Presiden Vladimir Putin menyebutkan bahwa dua orang Amerika yang ditangkap saat berperang untuk Ukraina dapat menghadapi eksekusi.

“Mengerikan bahwa seorang pejabat publik di Rusia bahkan menyarankan hukuman mati bagi dua warga negara Amerika yang berada di Ukraina,” kata John Kirby, juru bicara Gedung Putih.

Dia bereaksi terhadap wawancara NBC News dengan Dmitry Peskov, di mana juru bicara tersebut menuduh Alexander Drueke dan Andy Huynh sebagai tentara bayaran. Ia juga menolak mengesampingkan kemungkinan mereka menghadapi hukuman mati.

Dua pria Inggris dan satu pria Maroko dijatuhi hukuman mati awal bulan ini oleh separatis yang didukung pemerintah Rusia di tenggara Ukraina, karena bertempur bersama pasukan Ukraina.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN