Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (FOTO: ANTARA/Kepresidenan Ukraina via Reuters/as/aa)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (FOTO: ANTARA/Kepresidenan Ukraina via Reuters/as/aa)

Zelensky: Pencalonan Ukraina di UE akan Perkuat Eropa

Jumat, 24 Juni 2022 | 12:45 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pencalonan resmi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE) merupakan langkah besar menuju penguatan Eropa, pada saat Rusia sedang menguji kebebasan dan persatuannya.

Hari ini menandai empat bulan sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim pasukan melintasi perbatasan ke Ukraina, yang memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang, menggeser tempat tinggal jutaan orang, dan menghancurkan banyak kota menjadi puing-puing.

Kondisi juga telah memicu krisis energi dan pangan global.

Setelah gagal meraih kemenangan cepat dengan cara merebut Kyiv, ibu kota Ukraina, pasukan Putin sekarang fokus untuk menguasai Ukraina timur. Konflik berubah menjadi perang gesekan yang tidak terlihat ujungnya, sementara ada risiko konflik dapat meluas di Eropa.

Baca juga: Fed: Bank-Bank Besar AS Bisa Atasi Penurunan Ekonomi yang Parah

Zelensky mengatakan kepada para pemimpin UE di Brussel, Belgia pada Kamis (23/6) bahwa keputusan mereka untuk menerima pencalonan Ukraina adalah salah satu yang paling penting bagi negara tersebut sejak pecah dari Uni Soviet 31 tahun lalu.

“Tetapi keputusan ini tidak hanya dibuat untuk kepentingan Ukraina. Ini adalah langkah terbesar menuju penguatan Eropa yang bisa dibuat saat ini, di zaman kita, dan ketika perang Rusia menguji kemampuan kita untuk mempertahankan kebebasan dan persatuan,” kata presiden tersebut.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengunggah komentarnya di media sosial Twitter setelah keputusan. “Momen bersejarah. Masa depan kita bersama,” unggahnya.

Persetujuan pencalonan Ukraina di UE akan membuat marah Rusia, yang prihatin dengan hubungan dekat Ukraina dengan Barat.

Pemerintah Rusia meluncurkan apa yang disebutnya operasi militer khusus pada 24 Februari 2022 untuk memastikan keamanan di perbatasannya. Ukraina dan Barat mengatakan Putin melancarkan serangan tanpa alasan.

Moldova juga menjadi kandidat resmi UE, menandakan niat blok tersebut untuk menjangkau jauh ke dalam negara-negara bekas Uni Soviet.

Jalan menuju keanggotaan UE akan menjadi dorongan besar bagi moral di Ukraina, tetapi akan menjadi jalan yang panjang dan bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Zelensky telah berjanji untuk tidak berhenti sampai kekalahan Rusia dan keanggotaan penuh telah diamankan.

Baca juga: Menko Jerman Peringatkan Penutupan Industri Akibat Kekurangan Gas

“Kita bisa mengalahkan musuh, membangun kembali Ukraina, bergabung dengan UE, dan kemudian kita bisa beristirahat,” katanya dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor presiden.

Langkah Ukraina dan Moldova untuk bergabung dengan UE berjalan bersamaan dengan pengajuan oleh Swedia dan Finlandia untuk memasuki Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah serangan Rusia. Ini menjadi indikasi bahwa tindakan militer Kremlin telah menjadi bumerang pada tujuan geopolitiknya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN