Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi minyak dunia. (FOTO: REUTERS/Christian Hartmann)

Ilustrasi minyak dunia. (FOTO: REUTERS/Christian Hartmann)

Mantan Presiden Rusia Medvedev: Minyak Bisa Mencapai US$ 300-400 Jika Jepang Terapkan Pembatasan Harga

Selasa, 5 Juli 2022 | 19:32 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MOSKOW, investor.id – Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, usulan yang dilaporkan dari Jepang untuk membatasi harga minyak Rusia di sekitar setengah dari level saat ini akan menyebabkan minyak berkurang di pasar global. Hal ini dapat mendorong harga di atas US$ 300-400 per barel.

Medvedev mengomentari usulan yang diajukan oleh Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. “(Jepang) tidak akan memiliki minyak atau gas dari Rusia, serta tidak ada partisipasi dalam proyek LNG Sakhalin-2 (sebagai hasilnya),” katanya, Selasa.

Advertisement

Baca juga: Ketidakpastian Produksi OPEC+ di Masa Mendatang Batasi Harga Minyak

Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu menandatangani dekrit yang mengambil kendali penuh atas proyek gas dan minyak Sakhalin-2 di timur jauh Rusia. Langkah ini dapat memaksa Shell serta perusahaan Jepang Mitsui & Co. dan Mitsubishi Corp. keluar dari sana.

Untuk tetap berada di perusahaan baru yang akan menggantikan perusahaan operasi yang ada, Perusahaan Investasi Energi Sakhalin (SEIC) sebagai pemegang saham asing perlu meminta saham kepada pemerintah Rusia dalam waktu satu bulan.

Para pemimpin G7 pekan lalu sepakat untuk menjajaki kemungkinan memperkenalkan batasan harga impor sementara pada bahan bakar fosil Rusia, termasuk minyak. Upaya ini diharapkan membatasi sumber daya Rusia untuk membiayai kampanye militernya di Ukraina.

“Akan ada lebih sedikit minyak di pasar, dan harganya akan jauh lebih tinggi. Selain itu, lebih tinggi dari perkiraan harga astronomis US$ 300-400 per barel,” unggah Medvedev di media sosial. Sekarang wakil ketua Dewan Keamanan Rusia.

Baca juga: IKEA Buka untuk Terakhir Kali Sebelum Tarik Bisnis dari Rusia

Dalam komentar tentang usulan untuk memperkenalkan batas sekitar setengah harga saat ini untuk minyak Rusia, seorang juru bicara Kremlin mengatakan pada Senin (4/7) bahwa negara-negara lain mungkin tidak setuju dengan itu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN