Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Administrator UNDP Achim Steiner. (FOTO: UNDP/ SUMAYA AGHA)

Administrator UNDP Achim Steiner. (FOTO: UNDP/ SUMAYA AGHA)

PBB: 71 Juta Orang Jatuh Miskin Setelah Harga-Harga Naik

Kamis, 7 Juli 2022 | 14:16 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

PBB, investor.id – Melonjaknya harga pangan dan energi global telah memaksa 71 juta orang jatuh miskin di negara-negara termiskin di dunia, menurut laporan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNDP yang diterbitkan Kamis (7/7).

“(Meningkatnya kemiskinan negara berkembang selama tiga bulan terakhir) secara drastis lebih cepat daripada guncangan pandemi Covid-19,” kata UNDP dalam siaran pers Kamis, menyalahkan lonjakan harga sebagiannya pada perang di Ukraina.

Advertisement

Baca juga: Fed Indikasikan Inflasi AS Bisa Mengakar

Sebagai solusi masalah yang berkembang, UNDP mengatakan bahwa transfer tunai yang ditargetkan untuk rumah tangga lebih adil dan lebih hemat biaya daripada subsidi energi. Tetapi badan PBB itu menambahkan bahwa pemerintah akan membutuhkan dukungan dari sistem multilateral untuk memenuhi kebutuhan.

UNDP juga memperingatkan dalam laporannya bahwa ketika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi, ada risiko memicu kemiskinan lebih lanjut yang disebabkan oleh resesi. “Yang akan memperburuk krisis, mempercepat, dan memperdalam kemiskinan di seluruh dunia,” lanjutnya.

Laporan tersebut memeriksa 159 negara dan menemukan situasi paling kritis di Balkan, wilayah Laut Kaspia, dan Afrika sub-Sahara, khususnya di Sahel.

“Lonjakan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya berarti bahwa bagi banyak orang di seluruh dunia, makanan yang mampu mereka peroleh kemarin tidak lagi dapat diperoleh hari ini,” kata Administrator UNDP Achim Steiner.

“Krisis biaya hidup ini membawa jutaan orang ke dalam kemiskinan dan bahkan kelaparan dengan kecepatan yang menakjubkan. Dan dengan itu, ancaman peningkatan kerusuhan sosial tumbuh dari hari ke hari,” katanya dengan nada memperingatkan.

Baca juga: Arab Saudi-UEA Naikkan Pengeluaran untuk Lindungi Warga dari Inflasi

Negara-negara yang menghadapi konsekuensi paling parah dari lonjakan harga, menurut laporan itu, adalah Armenia, Uzbekistan, Burkina Faso, Ghana, Kenya, Rwanda, Sudan, Haiti, Pakistan, Sri Lanka, Ethiopia, Mali, Nigeria, Sierra Leone, Tanzania, dan Yaman.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN