Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Otoritas Terusan Suez Mesir Osama Rabie mengadakan konferensi pers mengenai kapal peti kemas Ever Given berbendera Panama (dioperasikan oleh Evergreen Marine yang berbasis di Taiwan) yang kandas di jalur pelayaran Terusan Suez, pada 27 Maret 2021. ( Foto: AHMED HASAN / AFP )

Kepala Otoritas Terusan Suez Mesir Osama Rabie mengadakan konferensi pers mengenai kapal peti kemas Ever Given berbendera Panama (dioperasikan oleh Evergreen Marine yang berbasis di Taiwan) yang kandas di jalur pelayaran Terusan Suez, pada 27 Maret 2021. ( Foto: AHMED HASAN / AFP )

Antrean di Terusan Suez Sudah Usai

Senin, 5 April 2021 | 06:31 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

KAIRO, investor.id – Seluruh kapal yang tertahan di Terusan Suez karena kandasnya kapal peti kemas raksasa Ever Given pada akhir bulan lalu berhasil melewati kanal tersebut pada Sabtu (3/4). Sebanyak 61 kapal terakhir dari total 422 yang tertahan, kata Otoritas Terusan Suez atau SCA, berhasil melalui kanal tersebut.

Rantai pasokan internasional sempat kacau setelah kapal Ever Given sepanjang 400 meter kandas dan melintang di terusan tersebut pada 23 Maret 2021. Butuh waktu hampir satu pekan bagi tim penyelamat spesialis hingga berhasil mengapungkan lagi kapal itu.

Secara keseluruhan ada 85 kapal yang dijadwalkan melewati Terusan Suez pada Sabtu. Termasuk 24 kapal yang tiba setelah Ever Given berhasil dilajukan kembali.

SCA menyatakan investigasi sudah dimulai sejak Rabu pekan lalu, untuk mengetahui penyebab kandasnya kapal raksasa tersebut dan menghalangi kanal selama enam hari.

“Penyelidikan masih berlangsung dan akan memakan waktu dua hari lagi. Lalu nanti kami akan mengumumkan hasilnya,” ujar Osama Rabie, chairman SCA kepada TV swasta MBC Masr, seperti dikutip Reuters akhir pekan lalu.

Lalu lintas di terusan yang menangani 10% lebih perdagangan dunia itu mulai bergerak lagi pada Senin petang hari pekan lalu. Setelah MV Ever Given yang berbobot 200.000 ton berhasil diapungkan lagi.

Kapal milik Jepang dan dioperasikan perusahaan Taiwan itu saat kandas menghalangi terusan dari utara hingga selatan. Dengan kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran dolar AS.

Rabie mengakui bahwa reputasi Mesir dalam bidang pengapalan internasional dipertaruhkan dengan adanya kejadian ini. Otoritas Mesir juga yang menyebut keberhasilan membebaskan kapal raksasa tersebut sebagai unjuk kemampuan negaranya dalam operasi penyelamatan seperti itu.

“Sebanyak sembilanpuluh sembilan persen personel yang bekerja untuk mengapungkan lagi kapal raksasa itu adalah orang Mesir,” kata Rabie.

Presiden Mesir Abdel Fatah Al Sisi berjanji mengeluarkan anggaran investasi agar kejadian serupa tidak terulang. SCA sudah meminta kapal keruk dan kapal tunda baru untuk menangani kejadian seperti itu.

Perusahaan data kemaritiman Lloyd's List menyebutkan kejadian tersebut menimbulkan kerugian perdagangan setara US$ 9,6 miliar setiap harinya antara Asia dan Eropa. Sedangkan SCA mengatakan, pihaknya kehilangan pendapatan antara US$ 12 juta dan US$ 15 juta per hari bilamana kanal tersebut ditutup.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN