Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Aramco Amin Nasser sedang berbicara di Kongres Energi Dunia (WED) ke-24 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 10 September 2019. (Foto: AFP / KARIM SAHIB)

CEO Aramco Amin Nasser sedang berbicara di Kongres Energi Dunia (WED) ke-24 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 10 September 2019. (Foto: AFP / KARIM SAHIB)

Waktunya Terserah Pemerintah

Aramco akan IPO Dua Tahap

Rabu, 11 September 2019 | 09:16 WIB

ABU DHABI,investor.id – Raksasa perusahaan energi pelat merah Arab Saudi, Aramco, menyampaikan siap melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dua tahap. Sementara waktu waktu pelaksanaannya diserahkan kepada Pemerintah Arab Saudi. Pernyataan yang disampaikan CEO Aramco Amin Nasser pada Selasa (10/9) menandakan peluang mencatatkan IPO di luar negeri sebagai bagian dari penawaran.

“Aramco siap debut di pasar saham raksasa, tetapi kapan waktunya ada pada keputusan pemerintah. Salah satu pencatatan saham utama akan dilakukan di dalam negeri, tetapi kami juga siap mencatatkan saham di luar negeri,” ujar Nasser kepada wartawan, di sela acara Kongres Energi Dunia (WEC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Alasan dibalik komentar Nasser itu karena Wall Street Journal melaporkan pada pekan lalu, soal rencana Aramco yang sedang mempertimbangkan debut di dalam negeri dan mencatatkan saham berikutnya di luar negeri. Yang kemungkinan dilakukan di Tokyo, Jepang.

Apabila bagian dari IPO Aramco dilakukan di Tokyo, akan berarti kekalahan bagi London, New York, dan Hong Kong. Karena semuanya bersaing untuk mendapat bagian dari bisnis tersebut.

“Ketidakpastian politik di Inggris mengenai rencananya untuk keluar dari Uni Eropa dan protes publik di Hong Kong telah menurunkan prospek mereka,” kata Wall Street Journal, mengutip pernyataan para pejabat dan penasihat pemerintah Saudi.

Aramco mengungkapkan, pihaknya berencana menjual hingga sekitar 5% saham dari perusahaan energinya pada 2020 atau 2021, yang mana berpotensi menjadi pelepasan saham terbesar di dunia.

Menurut laporan, rencana IPO tersebut bertujuan membentuk landasan dari program reformasi yang dibayangkan oleh penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman untuk menghentikan ekonomi Saudi dari ketergantungannya pada minyak mentah.

Kendati IPO bertujuan menghimpun dana hingga US$ 100 miliar berdasarkan taksiran perusahaan senilai US$ 2 triliun. Tetapi, kalangan investor sudah sejak lama memperdebatkan, apakah Aramco benar-benar dihargai begitu besar di tengah harga minyak yang rendah.

Percepatan persiapan rencana IPO Aramco juga memperlihatkan sejumlah perubahan dalam jajaran kepemimpinan di sektor energi. Belum lama ini, Pemerintah Saudi melantik Yasir Al Rumayyan sebagai chairman Aramco, untuk menggantikan mantan menteri energi Khalid Al Falih. Sedangkan yang terbaru adalah penunjukkan Pangeran Abdulaziz bin Salman – oleh ayahnya Raja Salman – untuk menempati peran penting sebagai menteri energi menggantikan Khalid.

Dengan demikian, penunjukan Pangeran Abdulaziz menandai pertama kali seorang anggota keluarga kerajaan ditugaskan untuk mengabdi pada sektor layanan energi yang sangat penting.

IPO Aramco adalah kunci masa depan bagi perekonomian ekonomi Saudi, yang mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun lalu mencapai 2,4%. Tetapi, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pertumbuhan akan turun menjadi 1,9% pada 2019 karena pengurangan produksi minyak yang substansial. (afp/pya)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN