Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan bursa saham di Bursa Efek Riyadh, Arab Saudi (Tadawul) memperlihatkan Aramco telah mencatatkan IPO pada 3 November 2019. ( Foto: AFP / FAYEZ NURELDINE )

Papan bursa saham di Bursa Efek Riyadh, Arab Saudi (Tadawul) memperlihatkan Aramco telah mencatatkan IPO pada 3 November 2019. ( Foto: AFP / FAYEZ NURELDINE )

Aramco Debut IPO di Bursa Efek Tadawul

Happy Amanda Amalia, Senin, 4 November 2019 | 16:14 WIB

DHAHRAN, investor.id – Raksasa perusahaan energi Arab Saudi, Aramco pada Minggu (3/11) menyampaikan debut mencatatkan (listing) penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Riyadh (Tadawul) dan menunda rencana listing di luar negeri. Menurut mereka, hal itu akan menjadi IPO terbesar di dunia dan mendukung ambisi Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman untuk merombak perekonomian negara yang bergantung pada minyak mentah.

“Hari ini menandai tonggak penting dalam sejarah perusahaan dan kemajuan penting untuk mengantarkan “Vision 2030” Saudi, yakni cetak biru kerajaan tentang diversifikasi dan pertumbuhan ekonomi. Sejak pembentukannya, Aramco Saudi menjadi sangat penting bagi pasokan energi global,” ujar Chairman Aramco Yasir al-Rumayyan.

Sedangkan, harga penawaran akhir dan jumlah saham yang dijual akan ditentukan pada akhir periode pembuatan buku (book-building). Demikian disampaikan perusahaan yang berkantor pusat di kota Dhahran timur.

Book building adalah proses sistematis yang bertujuan mengumpulkan dan mencatat permintaan saham dari para investor selama IPO.

Setelah bertahun-tahun tertunda, Aramco akhirnya menunjukkkan debut di pasar saham. Aramco mengatakan, itu adalah tonggak penting dalam sejarah raksasa energi yang akan memompa 10% dari minyak dunia.

Sementara itu, kalangan analis berpendapat bahwa IPO Aramco bisa bernilai hingga US$ 1,7 triliun – dan menjadi IPO terbesar di dunia – tergantung berapa banyak perusahaan pelat merah tersebut bakal memutuskan untuk menjualnya.

Sekadar informasi, pada awalnya Aramco diprediksi menjual total saham sebanyak 5% di dua bursa efek di mana listing pertama sebesar 2% di bursa Tadawul Saudi, dan disusul listing kedua sebesar 3% di bursa efek luar negeri.

Saat ditanya soal pencatatan di luar negeri, Aramco mengatakan bahwa saat ini tidak rencana untuk listing internasional. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tujuan IPO dua tahap yang telah lama dibahas, termasuk IPO di bursa asing telah ditunda.

“Untuk bagian listing internasional, kami akan memberi tahu Anda pada waktunya. Sejauh ini pencatatan hanya ada di Tadawul,” tambah Rumayyan dalam konferensi pers.

Meski demikian, perusahaan menyampaikan bahwa penawaran saham Saudi terbuka untuk investor institusional serta perseorangan Saudi, warga asing yang tinggal di Saudi dan warga di kawasan Teluk lainnya.

Perusahaan paling menguntungkan di dunia itu juga merilis hasilnya selama sembilan bulan sampai September, dengan mengatakan perolehan laba bersih mencapai US$ 68 miliar. Aramco sendiri baru mulai merilis hasil finansial sementaranya baru-baru ini.

Laba bersih Aramco pada 2018 tercatat sebesar US$ 111,1 miliar lebih tinggi dibandingkan laba gabungan dari Apple, Google dan Exxon Mobil.

Presiden dan CEO Aramco Amin Nasser (kiri) berjabat tangan dengan Chairman Yasir al-Rumayyan usai konferensi pers di Dhahran, Arab Saudi timur pada 3 November 2019. Aramco memastikan rencananya untuk mencatatkan IPO di Bursa Efek Tadawul, Riyadh. ( Foto: AFP )
Presiden dan CEO Aramco Amin Nasser (kiri) berjabat tangan dengan Chairman Yasir al-Rumayyan usai konferensi pers di Dhahran, Arab Saudi timur pada 3 November 2019. Aramco memastikan rencananya untuk mencatatkan IPO di Bursa Efek Tadawul, Riyadh. ( Foto: AFP )

Komponen Integral

Di sisi lain, pencatatan saham itu juga mengikat rencana ambisius Pangeran Mohammed untuk merombak ekonomi negara yang bergantung pada minyak. Sementara itu, pihak kerajaan memerlukan puluhan miliar dolar untuk mendanai proyek-proyek besar dan industri-industri baru.

Sejak diusulkan pertama kali oleh penguasa de facto kerajaan pada 2016, IPO dilaporkan telah ditunda beberapa kali menyusul ketidakpuasan dengan penilaian terhadap perusahaan, yang dianggap jauh dari harapan untuk memperoleh US$ 2 triliun.

Pekan lalu, Energy Intelligence mengutip dari sumber-sumber yang mengatakan mengharapkan Saudi segera menetapkan penilaian perusahaan di kisaran US$ 1,6 triliun hingga US$ 1,7 triliun. Jika nilai tersebut dikonfirmasi maka itu menyiratkan bahwa kerajaan siap untuk menerima kompromi kurang dari US$ 2 triliun,meskipun Pangeran Mohammed telah lama bersikeras bahwa raksasa perusahaan minyak negara itu memiliki nilai tinggi.

“Akan tetapi, ini masih harus dilihat apakah Pemerintah Saudi dapat menemukan kompromi di antara pilihan yang disukai putra mahkota dengan realitas pasar terkait penilaian mereka terhadap Aramco. Karena proses ini telah ditunda berulang kali dan dibangun sebagai komponen integral dari rencana putra mahkota untuk mengubah Arab Saudi maka para investor internasional akan sangat memperhatikan bagaimana kinerja Aramco di bursa domestik,” kata Kristian Ulrichsen dari Rice Institute's Baker Institute di Amerika Serikat, kepada AFP.

Aramco, yang menghasilkan sekitar 10% minyak mentah di dunia, adalah perusahaan paling menguntungkan secara global dan dipandang sebagai permata mahkota kerajaan serta tulang punggung dari stabilitas ekonomi dan sosialnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah meningkatkan upaya-upaya untuk membujuk para investor pada debut pasar saham yang sudah lama dinanti-nantikan, dengan mengumumkan dividen tahunan sebesar US$ 75 miliar. Demikian menurut situs laman perusahaan.

Saudi juga dilaporkan berusaha mengajak keluarga-keluarga kaya di Saudi untuk membeli saham perusahaan, sementara beberapa komentator Saudi telah berusaha mempromosikan investasi dalam bentuk saham sebagai tugas patriotik.

Namun, para eksekutif Aramco dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan meragukan dari kalangan investor institusi di London dan New York, di antaranya soal transparansi perusahaan, praktik tata kelola dan penilaian yang ditargetkan. Demikian menurut sumber kepada AFP.

“Fungsi penting IPO di dalam negeri adalah untuk memproyeksikan kepercayaan pada perusahaan terhadap pasar internasional, tetapi melakukannya di dalam negeri tidak menemui hambatan berarti, sebanding dengan melakukan listing internasional. Hubungan ini memungkinkan Pangeran Mohammed untuk menunjukkan bahwa dia menepati janjinya dan menyelesaikan sesuatu, sebagai langkah lain untuk meyakinkan investor internasional bahwa IPO akan terjadi,” jelas Cinzia Bianco, peneliti riset kawasan Teluk bidang Hubungan Luar negeri di Dewan Eropa. (afp/pya)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA