Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. ( Foto: EVARISTO SA / AFP )

Presiden Brasil Jair Bolsonaro. ( Foto: EVARISTO SA / AFP )

Berselisih Soal Harga BBM, Presiden Brasil Akan Pecat CEO Petrobras

Sabtu, 20 Februari 2021 | 15:26 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Presiden Brasil Jair Bolsonaro berencana mengganti kepala perusahaan minyak milik negara Petrobras, dan akan menunjuk seorang pensiunan jenderal angkatan darat ke posisi CEO menyusul ketegangan antara Bolsonaro dan CEO Petrobras terkait kenaikan harga bahan bakar (BBM).

Kementerian Pertambangan dan Energi Brasil dalam pernyataan terakhirnya yang diposting oleh Bolsonaro dalam laman resmi Facebook-nya, disebutkan pemerintah telah memutuskan menunjuk mantan Menteri Pertahanan Joaquim Silva e Luna untuk menjalankan Petroleo Brasileiro SA, sebutan resmi perusahaan tersebut.

CEO saat ini Roberto Castello Branco yang sejatinya tokoh favorit bagi para investor atas upayanya menjual aset berkinerja buruk dan mengurangi utang, telah menimbulkan kemarahan pada Bolsonaro karena menaikkan harga bahan bakar. Saham ADR Petrobras yang diperdagangkan di bursa saham New York pun merosot 8,9% dalam penutupan perdagangan Jumat (19/2), memperburuk penurunan hampir 7% atas saham emiten preferen di Brasil tersebut.

Castello Branco akan menjadi CEO Petrobras kedua yang jatuh dalam tiga tahun akibat dampak politik dari harga bahan bakar. Pada 2018 lalu, CEO Pedro Parente mengundurkan diri ketika pemerintah memaksa agar harga bahan bakar bisa lebih rendah sebagai konsesi kepada para pengemudi truk yang mogok.

Parente berjanji menetapkan harga domestik sejalan dengan pasar global, sehingga melanggar kebijakan di bawah pemerintahan sebelumnya yang membuat Petrobras harus menjual bahan bakar di bawah harga paritas internasional. Hal ini memicu kerugian sekitar US$ 40 miliar dari tahun 2011 hingga 2014.

Keputusan Bolsonaro untuk memecat Castello Branco datang setelah Branco juga harus menghadapi protes dari pengemudi truk atas melonjaknya harga solar di SPBU. Keputusan pemecatan ini diperkirakan akan menimbulkan perombakan yang lebih luas di Petrobras, yang beberapa tahun terakhir ini sebenarnya telah mengarah pada kebijakan yang lebih ramah pasar dan tidak terlalu didorong oleh politik dalam negeri .

Sebuah kabar yang didapat Reuters juga menyebutkan sejumlah manajer senior perusahaan tenngah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri secara massal, demi memprotes kebijakan penggantian CEO.

Sebelumnya manajemen Petrobras dalam sebuah pernyataannya juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan dari Kementerian Pertambangan dan Energi tentang perubahan CEO yang diusulkan. Kementerian juga disebutkan telah meminta digelarnya rapat pemegang saham luar biasa.

Castello Branco, yang mandatnya secara resmi berakhir pada 20 Maret, ditunjuk untuk memimpin Petrobras ketika Bolsonaro menjabat pada awal 2019. Ia adalah ekonom lulusan Universitas Chicago dan teman dekat dari Menteri Ekonomi Paulo Guedes. Selama ini ia dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan pasar bebas.

Sementara itu Silva e Luna, pengelola bendungan PLTA Itaipu Brasil di perbatasan Paraguay dan Argentina sejak 2019, disebut-sebut sebagai salah satu investor. Pada April 2019, beberapa bulan setelah Bolsonaro menjabat, Luna menuntut penjelasan atas kenaikan harga BBM Petrobras, yang dengan segera diturunkan. Setelah saham perusahaan anjlok, Petrobras dan pemerintah meyakinkan investor bahwa tidak akan ada campur tangan politik dalam penetapan harga bahan bakar.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN