Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Putra Mahkota Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman ( Foto: Reuters File Photo )

Putra Mahkota Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman ( Foto: Reuters File Photo )

Arab Saudi Rombak Aturan

Bisnis Diizinkan Tetap Buka Selama Waktu Salat

Senin, 19 Juli 2021 | 06:33 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

RIYADH, investor.id – Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengizinkan bisnis tetap buka selama jam salat lima waktu. Perombakan ini merupakan hal sensitif di wilayah kerajaan yang mencoba melepaskan citranya dengan aturan ketat.

Sejak menjadi pemimpin de facto pada 2017, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman telah memperkenalkan reformasi ekonomi dan sosial yang luas. Perubahan ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan kerajaan pada sektor perminyakan, dan mengatur ulang peran agama.

“Toko-toko, kegiatan komersial dan ekonomi lainnya akan tetap buka sepanjang hari kerja dan terutama selama waktu salat,” demikian pernyataan dari Federation of Saudi Chambers, akhir pekan lalu yang dikutip AFP.

Secara resmi, keputusan tersebut merupakan bagian dari perang melawan pandemi virus corona Covid-19 dan bertujuan menghindari kerumunan masyarakat serta antrean panjang di depan toko-toko yang tutup saat waktu salat.

Namun, aturan itu muncul setelah keputusan 2019 yang mengatakan, tempat-tempat bisnis dapat tetap buka 24 jam sehari dengan biaya yang tidak ditentukan.

Di sisi lain, langkah tersebut menuai kebingungan apakah itu termasuk di waktu salat yang dilaksanakan umat Islam. Sementara beberapa pihak menganggapnya sebagai percobaan melonggarkan aturan. Namun, sejak itu beberapa restoran, pasar swalayan, dan toko lainnya tetap buka, terutama di ibu kota Riyadh.

Sebelumnya, selain waktu salat Subuh, pertokoan diwajibkan tutup sementara karena empat waktu salat lain di hari itu. Dengan demikian total seseorang tidak bekerja selama sekitar dua jam selama waktu salat tiba.

Aturan baru tersebut menghapus pembatasan yang menurut anggota penasihat Dewan Syura merugikan ekonomi Saudi puluhan miliar riyal per tahun.

Reformasi pemerintah itu sendiri agak menuai kritik publik di tengah tindakan tegas yang disertai perbedaan pendapat. Bahkan perubahan ini masih menjadi isu sangat sensitif di kerajaan sampai beberapa tahun yang lalu. Keberadaan polisi agama untuk menegakkan aturan ini juga menimbulkan ketakutan

Sebelumnya para petugas penertiban moral masyarakat terlihat kerap mengejar warga di uar pusat perbelanjaan agar melaksanakan salat, dan mengecam siapa pun yang terlihat berbaur dengan lawan jenis. Tapi kini sebagian besar sudah tidak terlihat.

Namun, pengamat mengatakan bahwa pihak berwenang masih berhati-hati untuk kemungkinan serangan balik dari kelompok konservatif.

Arab Saudi – yang menjadi tempat keberadaan situs-situs suci Muslim – telah lama dikaitkan dengan cabang Islam yang kaku, yakni Wahhabisme.

Tetapi Pangeran Mohammed telah berusaha memposisikan dirinya sebagai juara Islam moderat. Bahkan ketika reputasi internasional-nya terpukul menyusul kasus pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di dalam Konsulat Saudi, di Istanbul pada 2018.

Ketika kekuasaan ulama berkurang, para ulama mendukung keputusan pemerintah yang pernah mereka lawan dengan keras, termasuk mengizinkan perempuan mengemudi dan membuka kembali bioskop.

Calon Haji Tiba di Mekah

Sementara itu, jemaah calon haji dilaporkan telah tiba di Mekah pada Sabtu (17/7) untuk menunaikan ibadah tahunan. Ini adalah tahun kedua, jumlah calon haji dibatasi karena pandemi Covid-19. Kegiatan tawaf, atau mengelilingi Ka'bah dilakukan umat Islam dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Tahun ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi hanya mengizinkan 60.000 penduduk yang telah divaksinasi lengkap untuk ambil bagian. Langkah ini diambil menyusul keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tahun lalu selama lima hari di tengah pandemi. Umumnya, kegiatan ibadah haji selaldu dupadati oleh kerumunan besar sekitar 2,5 juta jemaah.

Sejak Sabtu, sudah banyak jemaah yang melaksanakan tawaf di Masjidil Haram. Setelah itu, para jemaah melanjutkan perjalanan ke Lembah Mina dan bermalam di sana.

“46.000 jemaah telah tiba di Mina. Jumlah wanita yang mengikuti ibadah haji tahun ini melebihi 40%,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdelfattah bin Suleiman Mashat kepada AFP, Minggu pagi.

Kementerian Haji Saudi menyampaikan, proses penentuan jemaah calon haji dilakukan lewat undian dan sistem pemeriksaan daring, serta sudah mendapat vaksinasi Covid-19 lengkap, dan berusia 18-65 tahun tanpa memiliki penyakit kronis.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN