Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden El Salvador Nayib Bukele saat menyampaikan konferensi pers di sebuah hotel di San Salvador, pada 28 Februari 2021. ( Foto: STANLEY ESTRADA / AFP / GETTY IMAGE )

Presiden El Salvador Nayib Bukele saat menyampaikan konferensi pers di sebuah hotel di San Salvador, pada 28 Februari 2021. ( Foto: STANLEY ESTRADA / AFP / GETTY IMAGE )

Bitcoin Melonjak 13% Usai Disahkan Jadi Alat Pembayaran di El Salvador

Jumat, 11 Juni 2021 | 06:38 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Harga bitcoin melonjak lebih dari 13% pada Kamis (10/6), sehari setelah Pemerintah El Salvador mengeluarkan undang-undang yang melegalkan mata uang kripto itu sebagai alat pembayaran yang sah.

Menurut data CoinDesk, harga bitcoin melonjak lebih dari 13% dan diperdagangkan di atas US$ 37.000 sebelum berada di kisaran harga lebih rendah yakni US$ 36.435,96 sekitar pukul 04.48 pagi waktu setempat. Selain bitcoin, mata uang kripto seperti ether dan XRP juga mengalami kenaikan. Demikian dikutip CNBC.

Menurut laporan, kongres negara di Amerika Tengah telah mengesahkan undang-undang pada Selasa (8/6) malam waktu setempat yang melegalkan bitcoin sebagai alat pembayaran. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi bitcoin untuk digunakan dalam berbagai transaksi keuangan harian, mulai dari membeli properti hingga membayar pajak.

El Salvador bahkan sudah menjalin kemitraan dengan perusahaan dompet digital (digital wallet), Strike untuk membangun infrastruktur keuangan modern negara yang menggunakan teknologi bitcoin.

Mengingat ini adalah yang pertama kalinya bitcoin dilegalkan sebagai alat tukar yang sah di dunia, maka penggunaannya di El Salvador bakal diawasi secara ketat untuk melihat bagaimana bitcoin dapat bekerja sebagai mekanisme pembayaran di seluruh negeri.

Para pendukung Bitcoin, yang sudah lama melihat koin digital itu sebagai alternatif yang layak untuk mata uang fiat, pun menyambut baik langkah otoritas El Salvador. Tapi pasar masih tidak yakin.

Pasalnya, ini adalah pertama kalinya mata uang kripto yang sangat fluktuatif dan terdesentralisasi telah diakui oleh pemerintah nasional. Sementara itu, para regulator di Eropa, Tiongkok dan Amerika Utara terus bergerak untuk menahan pasar, yang mana pertumbuhannya telah mencapapai sepuluh kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.

Harga bitcoin sendiri masih jauh dari level tertinggi US$ 64.829,14 yang dicapai pada April. Bitcoin juga dikenal kerap mengalami perubahan harga yang liar, dan mendorong para kritikus menyatakan bahwa mata uang kripto itu tidak cocok dijadikan mata uang yang efegktif.

“Beberapa negara yang lebih besar dan lebih kuat mencoba untuk menghentikan atau memperlambat pergeseran yang tak terhindarkan ke mata uang digital global tanpa batas. Tetapi negara kecil di Amerika Tengah ini telah merangkul yang terbesar dari semuanya, yakni bitcoin,” ujar kata Nigel Green, ceo konsultan keuangan deVere Group, yang dikutip AFP.

Green mengungkapkan, itu adalah keputusan yang masuk akal bagi negara-negara seperti El Salvador, yang menggunakan dolar sebagai mata uang resminya dan tertarik untuk menemukan pengganti yang tidak terkendala oleh politik mata uang Amerika Serikat (AS).

Anggota parlemen Paraguay, Carlos Rejala Helman mencuit di Twitter bahwa negaranya juga berniat menyampaikan pengumuman dengan segera tentang mata uang kripto.

Seperti Presiden El Salvador Nayib Bukele, Rejala ikut menambahkan meme mata laser bitcoin ke gambar profilnya – sebuah sinyal untuk mendukung kenaikan nilai mata uang kripto yang menakjubkan.

Seorang pria sedang melakukan pembayran menggunakan bitcoin di sebuah toko di El zonte, 56 km tenggara dari ibu kota San Salvador,  El Salvador, pada 9 Juni 2021. ( Foto: STANLEY ESTRADA / AFP )
Seorang pria sedang melakukan pembayran menggunakan bitcoin di sebuah toko di El zonte, 56 km tenggara dari ibu kota San Salvador, El Salvador, pada 9 Juni 2021. ( Foto: STANLEY ESTRADA / AFP )

Langkah Kecil

Charlie Erith dari manajer aset kripto ByteTree mengatakan kepada AFP dikarenakan peningkatan penggunaan, terutama di kalangan yang lebih muda dan kurang kaya, hal ini dapat menyebabkan pelunakan peraturan. Lebih moderat daripada profesional mata uang kripto lainnya di lapangan, dia mengatakan pengembangannya akan menjadi langkah kecil ke arah yang benar.

Pasar mata uang kripto sendiri masih dalam bentuk yang relatif buruk.

“Dukungan besar mungkin juga membuat investor skeptis, seperti yang telah ditunjukkan Elon Musk. Jika ada perubahan, itu bisa sangat merugikan diri sendiri,” kata Erith.

“Ada risiko El Salvador bisa menjadi sebuah pulau di lautan skeptisisme global tentang mata uang kripto. Transaksi kripto sudah dilarang dan target terbaru Beijing adalah media sosial, dengan penangguhan akun terkait kripto di platform media sosial Weibo,” demikian dijelaskan Susannah Streeter, seorang analis keuangan di Hargreaves Lansdown, kepada AFP.

Di Amerika Serikat, pihak berwenang mengumumkan pada awal pekan ini telah menyita lebih dari setengah dari tebusan US$ 4,4 juta yang dibayarkan dalam bentuk bitcoin menyusul peretasan yang dialami Colonial Pipeline, sehingga memaksanya menutup jaringan bahan bakar utama di AS timur.

“Publisitas seputar tebusan dan penyitaan telah menyoroti fakta bahwa salah satu kasus penggunaan utama bitcoin adalah sebagai mata uang kriminal dunia bawah. Dengan dikenal sebagai surga bitcoin, negara (El Salvador), yang telah menghadapi masalah serius dengan korupsi, dapat menarik jenis investasi yang salah,” tambah Streeter.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC / AFP

BAGIKAN