Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plang nama Credit Suisse tergantung di luar kantornya di Manhattan, New York City, pada 29 Maret 2021. ( Foto: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Plang nama Credit Suisse tergantung di luar kantornya di Manhattan, New York City, pada 29 Maret 2021. ( Foto: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

CEO Baru Sebut Krisis Yang Dialami Credit Suisse Sangat Parah

Sabtu, 1 Mei 2021 | 20:40 WIB
Fajar Widhiyanto

Presiden Direktur Credit Suisse yang baru, António Horta-Osório mengatakan kepada para investornya bahwa krisis yang tengah dihadapi Credit Suisse adalah yang terburuk dalam karirnya.

Berbicara pada pertemuan tahunan kemarin, mantan bos Grup Lloyds Banking ini mengatakan kepada para investor bahwa situasi di Credit Suisse sangatlah parah.

“Saya secara pribadi telah bekerja dan memimpin beberapa bank di berbagai negara dan telah melalui banyak krisis. Apa yang telah terjadi dengan Credit Suisse selama delapan minggu terakhir, dengan hedge fund yang berbasis di AS (bangkrutnya Achegos dan Greensill Capital, red) dan masalah pendanaan rantai pasokan, tentu lebih dari itu."

Horta Osorio sendiri sejatinya tidak asing dengan krisis. Dalam peran terakhirnya sebagai Presiden Direktur Lloyds, ia harus membangkitkan instisusi finansial tersebut setelah hantaman krisis finansial.

Bankir asal Portugal itupun menjanjikan peninjauan segera atas manajemen risiko, strategi dan budaya di Credit Suisse, demikian dilaporkan Financial Times, Sabtu (1/5).

"Potensi risiko Credit Suisse saat ini memerlukan pengawasan yang segera dan cermat," ujarnya, "Saya sangat yakin bahwa setiap bankir harus benar-benar concern dan berbuat sesuatu terkait dengan manajemen risiko."

Credit Suisse saat ini dibelit oleh kasus runtuhnya Achegos dan Greensill Capital. Bank Swiss ini harus membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 757 juta franc Swiss untuk kuartal pertama tahun ini.

Seperti diberitakan, Credit Suisse berada di bawah pengawasan ketat dari para investor setelah mencatat kerugian pasca runtuhnya hedge fund Archegos Capital dan Greensill Capital.

Akibatnya, ketua komite risiko bank, Andreas Gottschling, tidak lagi mencalonkan diri dalam pemilihan ulang di RUPS. Para pemegang saham pun memilih pimpinan baru dari dewan direksi, yakni António Horta-Osório, untuk menggantikan Urs Rohner.

Ethos Foundation, yang terdiri atas lebih dari 220 investor institusional merekomendasikan suara pemegang saham untuk tidak memilih kembali Rohner karena minimnya tata kelola bank yang ia jalankan.

Ethos juga telah mengarahkan serangkaian pertanyaan kepada dewan direksi sebelum RUPS, salah satunya mengenai rencana peninjauan komposisi komite risiko setelah rapat kemarin.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN