Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera nasional Swiss berkibar di atas plang nama gedung Credit Suisse di Bern, Swiss. ( Foto: FABRIC COFFRINI / AFP / Getty Images )

Bendera nasional Swiss berkibar di atas plang nama gedung Credit Suisse di Bern, Swiss. ( Foto: FABRIC COFFRINI / AFP / Getty Images )

Credit Suisse Dituntut Tinggalkan Industri Batu Bara

Sabtu, 1 Mei 2021 | 20:19 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Investor institusi beraset US$ 2,47 triliun mendorong Credit Suisse mempercepat pengurangan pembiayaan pada sektor batu bara. Credit Suisse sendiri sementara ini tengah berada di bawah tekanan karena perannya dalam krisis Greensill dan Archegos.

Dalam sebuah pernyataan menjelang rapat umum tahunan bank, yang diadakan Jumat (30/4), ShareAction dan tujuh investor institusional menuntut Credit Suisse untuk menetapkan tanggal pasti untuk berhenti membiayai industri batu bara, seraya mengutip Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim (IPCC), yang merekomendasikan tahun 2030 untuk negara-negara anggota OECD, dan paling lambat tahun 2040 untuk seluruh dunia.

Tujuh investor institusi tadi yang disebut-sebut dikoordinasi oleh ShareAction, di antaranya Amundi, BMO Global Asset Management, Actiam dan Folksam. Terakhir yakni Ethos Foundation disebut bergabung dengan grup.

Sebelumnya sebuah organisasi berorientasi lingkungan, Rainforest Action Network telah mencatat Credit Suisse sebagai pemodal terbesar ketiga untuk pembangkit listrik tenaga batu bara dan pemodal terbesar penambangan batu bara untuk periode 2016-2020 di Eropa.

Oleh karena itu, para investor tersebut dalam pernyataannya meminta Credit Suisse membatasi pembiayaan perusahaan, penjaminan emisi dan layanan konsultasi kepada perusahaan yang mengembangkan tambang batu bara baru dan pembangkit listrik tenaga batu bara, demikian diberitakan IPE.com, Jumat (30/4).

Credit Suisse juga harus mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang pandangannya tentang strategi transisi hijau perusahaan, demikian para investor tersebut dalam tuntutannya.

Para investor menunjukkan bahwa pemberi pinjaman berkomitmen tahun lalu untuk menghentikan pembiayaan, atau memberikan layanan penjaminan emisi kepada perusahaan yang menghasilkan lebih dari 25% pendapatan mereka melalui batu bara, kecuali jika perusahaan merancang “strategi transisi yang kredibel untuk melakukan diversifikasi dari batu bara termal”.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN