Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plang nama Credit Suisse tergantung di luar kantornya di Manhattan, New York City, pada 29 Maret 2021. ( Foto: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Plang nama Credit Suisse tergantung di luar kantornya di Manhattan, New York City, pada 29 Maret 2021. ( Foto: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Credit Suisse Rugi US$ 4,7 M terkait Gagal Bayar Archegos

Rabu, 7 April 2021 | 06:09 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

ZURICH, investor.id – Bank Swiss Credit Suisse menyampaikan bahwa nilai kerugian yang dialami mencapai US$ 4,7 miliar akibat masalah gagal bayar dana lindung nilai atau hedge fund Amerika Serika (AS) Archegos Capital Management. Akibatnya, Credit Suisse harus memangkas dividen dan mengumumkan pengunduran diri dua eksekutif seniornya.

Menurut Credit Suisse, nilai kerugian sebelum pajak sebesar mencapai 900 juta franc Swiss dalam tiga bulan pertama tahun ini termasuk 4,4 miliar franc Swiss (US$ 4,7 miliar; 3,9 miliar euro) sehubungan dengan kegagalan hedge fund yang berbasis di AS untuk memenuhi komitmen marginnya seperti yang diumumkan Credit Suisse pada 29 Maret.

Sebelumnya, bank terbesar kedua di Swiss itu, dan Nomura dari Jepang telah memperingatkan pada bulan lalu soal kerugian signifikan yang dialami karena terdampak gagal bayar hedge fund AS yang terpaksa melikuidasi kepemilikannya.

“Kerugian signifikan dalam bisnis layanan utama kami terkait dengan kegagalan hedge fund yang berbasis di AS tidak dapat diterima,” ujar CEO Credit Suisse Thomas Gottstein dalam pernyataannya, pada Selasa (6/4), yang dikutip AFP.

Bulan lalu, Bloomberg News melaporkan bahwa hedge fund bermasalah Archegos Capital Management – yang tidak terlalu dikenal itu – telah menjual saham senilai lebih dari US$ 20 miliar dari media AS dan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar, sebagai upaya untuk menutupi kewajibannya kepada pemberi pinjaman.

Sebagai informasi, perdagangan margin adalah praktik menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi di aset keuangan, seperti saham. Jenis perdagangan semacam ini bisa sangat menguntungkan bagi peminjam, karena mereka seringnya hanya diminta untuk memberikan sebagian kecil uang tunai, sementara saham berfungsi sebagai jaminan bagi pemberi pinjaman.

Tetapi perubahan besar dalam harga saham dapat memaksa peminjam menyetor lebih banyak uang untuk memenuhi komitmen marginnya atau menjual saham, dan berpotensi kehilangan investasi dan gagal bayar pinjaman.

Andreas Venditti, seorang analis dari perusahaan jasa keuangan Vontobel yang berbasis di Zurich, menyampaikan kerugian sebesar 4,4 miliar franc Swiss berada di ujung tertinggi dari kisaran. Tetapi besaran masalah itu dapat dibatasi berkat hasil operasi yang sangat kuat.

“Meskipun dampak jangka pendeknya tampak tidak separah yang dikhawatirkan, konsekuensi penuh dari hilangnya reputasi akan terlihat seiring berjalannya waktu,” kata dia. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN