Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mercedes-Benz

Mercedes-Benz

Daimler Akan PHK Ribuan Pegawai

Fajar Widhiyanto, Sabtu, 30 November 2019 | 13:37 WIB

Pembuat mobil mewah asal Jerman, Daimler menyatakan akan memangkas ribuan tenaga kerja demi membantu pendanaan peralihan bisnis Daimler ke kendaraan listrik. Langkah PHK terbaru ini disebut-sebut telah memukul industri otomotif Jerman.

Produsen Mercedes-Benz ini menyatakan ingin menghemat € 1,4 miliar dari biaya gaji pegawai karena ingin masuk dalam persaingan dan berinvestasi di produksi kendaraan green dan smart di masa depan. "Daimler akan mengurangi ribuan karyawan di seluruh dunia hingga akhir tahun 2022," demikian pernyataan resmi manajemen Daimler (29/11) setelah mencapai kata sepakat dengan perwakilan pekerja.

Langkah PHK ini akan mengurangi 10% staf manajemen di seluruh dunia, atau sekitar 1.100 karyawan.

“Industri otomotif tengah berada pada transformasi terbesar dalam sejarah. Pengembangan produk otomotif dengan tingkat CO2 netral membutuhkan investasi yang besar,” demikian dinyatakan manajemen Daimler seperti dilansir RTE.ie.

Bersama kolega manufaktur otomotif lainnya, Daimler tengah bersiap menghadapi regulasi yang leih ketat terkait emisi Uni Eropa yang baru. Aturan tersebut akan diberlakukan pada tahun depan, sehingga memaksa para manufaktur menambah investasinya untuk mengembangkan mobil listrik zero emisi, dan mobil plug in hybrid.

Grup usaha otomotif Jerman yang mempekerjakan 304.000 secara global ini menyatakan akan mengurangi jumlah pegawainya lewat cara-cara alamiah seperti pensiun, lalu lewat skema pensiun dini, dan paket pesangon.

Pengumuman dari Daimler ini muncul menyusul makin memanasnya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, melemahnya permintaan dari Tiongkok, dan proyeksi pelemahan ekonomi dunia.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA