Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berbicara dalam rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih, di Washington, DC pada 19 November 2019. Sementara itu (kiri-kanan) Menteri Pendidikan Betsy DeVos, Menteri Urusan Veteran Robert Wilkie, dan Menteri Perumah dan Pembangunan Urban Ben Carson sedang mendengarkan. ( Foto: AFP / MANDEL NGAN )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berbicara dalam rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih, di Washington, DC pada 19 November 2019. Sementara itu (kiri-kanan) Menteri Pendidikan Betsy DeVos, Menteri Urusan Veteran Robert Wilkie, dan Menteri Perumah dan Pembangunan Urban Ben Carson sedang mendengarkan. ( Foto: AFP / MANDEL NGAN )

Fokus Pasar: Amerika Tandatangani RUU Hongkong, Tiongkok Panas

Nabil Alfaruq, Jumat, 29 November 2019 | 09:10 WIB

JAKARTA — Tiongkok mulai bereaksi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian mengenai RUU Hongkong. Tiongkok telah memperingatkan Amerika bahwa hal tersebut akan memperburuk hubungan kedua negara.

Kementrian Luar Negri Tiongkok mengungkapkan, Amerika memiliki niat yang buruk, dan kelompok mereka pasti akan gagal setelah Trump menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang.

Tiongkok menuding Amerika tengah menciptakan realitas palsu, dan memberikan kebingungan. Pihaknya menyarankan Amerika untuk tidak bertindak sesukanya atau Tiongkok akan secara tegas melawan dan Amerika akan menanggung konsekuensi.

Mengenai RUU Hongkong, Pemimpin Redaksi Global Times Hu Xijin mengatakan,  Tiongkok tengah menempatkan para pembuat undang-undang tersebut untuk masuk ke dalam daftar larangan masuk. Saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan hal tersebut, dan konsekuensinya para perancang undang-undang tidak akan bisa masuk ke Tiongkok, Hongkong, dan Macau.

Soal perlawanan  Tiongkok terhadap Amerika, Pilarmas Sekuritas menilai  hal tersebut masih dalam batas yang normal, karena pada sisi lain perekonomian Tiongkok terus mengalami pelemahan. “Sejauh ini Tiongkok dalam fase ekonomi yang paling lambat dalam kurun waktu 3 dekade,” demikian komentar Pilarmas Sekuritas, Jumat (29/11).

Dari pasar komoditas dalam negeri. Pemerintah kembali mengumumkan kewajiban penggunaan kapal nasional untuk ekspor batu bara dan kelapa sawit.Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan bagi pengusaha maupun praktisi dalam industry batu bara dan kelapa sawit nasional.

Volume ekspor memiliki potensi akan turun dimana harga dan kapasitas daya angkut menjadi permasalahan bagi pelaku industry. Awalnya kebijakan tersebut akan diterapkan 1 Mei 2018. 

Namun para pelaku usaha meminta kelonggaran untuk menunggu kesiapan kapal dan asuransi sehingga pelaksanaan kewajiban penggunaan kapal nasional ditunda hingga 1 Mei 2020. Sedangkan asuransi hanya ditunda selama 3 bulan dan mulai berlaku pada 1 Agustus 2018.

Pilarmas Sekuritasa melihat permasalahannya juga terletak pada kontrak bersama pembeli karena perjanjian tersebut membutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan. Pada sisi lain, ada beberapa pembeli masih memberikan tenggang waktu hingga awal tahun.

“Dampak tersebut akan memberikan penurunan permintaan pada industry batu bara dan kelapa sawit dalam negeri dimana daya saing yang cukup ketat dapat menjadi hambatan untuk bertumbuh. Menurunnya ekspor dari komoditas dapat juga berdampak pada Raihan pendapatan dari pajak maupun non pajak,” ujar Pilarmas Sekuritas (c03)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA