Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
harga minyak-2

harga minyak-2

Harga Minyak Dunia Melemah Karena Stok AS dan Kekhawatiran

GR, Jumat, 5 Juli 2019 | 10:17 WIB

ALBERTA, investor.id- Harga minyak dunia tidak banyak berubah menyusul libur hari kemerdekaan Amerika Serikat, menjadi melemah pada perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (5/7/2019), terbebani data stok minyak mentah AS yang lebih kecil dari perkiraan serta kekhawatiran ekonomi global.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional turun 52 sen atau 0,81 persen menjadi US$ 63,30 per barel. Brent ditutup naik 2,3 persen pada perdagangan Rabu (4/7/2019). Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan harga minyak AS, turun 54 sen atau 0,94 persen menjadi US$ 56,89 per barel. WTI ditutup naik 1,9 persen pada perdagangan Rabu (4/7/2019). Volume perdagangan tipis karena liburan 4 Juli di Amerika Serikat.

Pasar tampak sebagian besar tidak bergerak oleh penahanan kapal tangki super di Gibraltar oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang kemungkinan membawa minyak mentah Iran menuju Suriah, ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah berkobar karena serangan terhadap tanker di Teluk Oman dalam beberapa bulan terakhir.

Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (3/7/2019) melaporkan penurunan mingguan 1,1 juta barel stok minyak mentahnya, jauh lebih kecil dari penarikan 5,0 juta barel yang dilaporkan American Petroleum Institute (API) pada awal pekan ini. "Data persediaan sama sekali tidak mendukung harga lebih tinggi," tulis Commerzbank dalam sebuah catatan kepada klien.

Persediaan minyak AS turun lebih rendah dari yang diperkirakan karena kilang-kilang AS pekan lalu mengkonsumsi lebih sedikit minyak mentah dari minggu sebelumnya dan memproses minyak dua persen lebih sedikit dari setahun lalu.

Itu menunjukkan permintaan minyak di Amerika Serikat, konsumen minyak mentah terbesar di dunia, bisa melambat di tengah tanda-tanda melemahnya ekonomi.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN