Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dana IMF. IMF. Foto ilustrasi: AFP PHOTO / LOUISA GOULIAMAKI

Dana IMF. IMF. Foto ilustrasi: AFP PHOTO / LOUISA GOULIAMAKI

IMF Setujui Pinjaman US$ 6 M untuk Pakistan

ELD, Jumat, 5 Juli 2019 | 07:20 WIB

WASHINGTON, investor.id – Dana Moneter Internasional (IMF) pada Rabu (3/7) waktu setempat menyetujui pinjaman US$ 6 miliar bertenor tiga tahun untuk Pakistan. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu perbaikan ekonomi negara Asia Selatan tersebut.

Setelah mendapat persetujuan dari dewan direksi IMF, kreditor internasional berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS) ini segera mengucurkan US$ 1 miliar kepada pemerintah Pakistan.

Selanjutnya akan membuka kucuran dana dari mitra-mitra internasional lain sebesar kurang lebih US$ 38 miliar selama periode program pinjaman tesrebut.

Perwakilan IMF menyatakan, program itu bertujuan untuk mendukung program reformasi ekonomi pemerintah Pakistan. Dana itu juga akan dimanfaatkan untuk membantu mengurangi kerentanan ekonomi dan menghasilkan per tumbuhan yang berkelanjutan serta berimbang. IMF akan meninjau kinerja pemerintah Pakistan setiap tiga bulan selama 39 bulan ke depan.  Secara bertahap merilis tambahan dana bantuan. Pemerintah Pakistan menyetujui program pinjaman IMF itu pada bulan lalu. Pemerintah Pakistan telah mengumumkan rencana untuk memangkas belanja sipil dan pembekuan belanja militer. Juga berjanji untuk secara substansial meningkatkan pendapatan serta membendung kenaikan defisit fiskal.

Pemerintah Pakistan juga berjanji untuk menarik pajak senilai 5,5 triliun rupee atau sekitar US$ 36 miliar. Ketidakpuasan rakyat di Pakistan meningkat setelah devaluasi berulang- ulang dari rupee, inflasi yang melonjak, dan naiknya tarif listrik.

Sementara pengumpulan pajak telah lama menjadi tantangan bagi pihak berwenang.

“Pakistan menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan dibalik kebutuhan fiskal dan kebutuhan keuangan besar, sementara keuangan lemah dan pertumbuhan tidak seimbang,” jelas Wakil Direktur Pelaksana IMF David Lipton dalam sebuah pernyataan, Kamis (4/7).

Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan untuk mengatasi kebijakan lama dan kelemahan struktural, memulihkan stabilitas ekonomi makro, mengatalisasi dukungan keuangan internasional yang signifikan, dan mempromosikan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Lipton menjelaskan pendanaan akan menjadi kunci bagi pihak berwenang untuk mengurangi utang publik yang besar dan meningkatkan disiplin fiskal. Namun dengan tingkat kemiskinan hampir 30%, menurutnya pemerintah Pakistan harus meningkatkan sumber daya untuk membantu segmen termiskin dalam masyarakat.

“Melindungi yang paling rentan dari dampak kebijakan penyesuaian akan menjadi prioritas penting,” katanya.

Pinjaman berupa fasilitas dana tambahan tersebut termasuk pemotongan defisit anggaran primer ke target 0,6% dari produk domestik bruto (PDB) dari 1,8%, tapi tidak termasuk biaya utang dan pokok utang. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN