Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty (kiri), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (tengah) dan Kepala Penasihat Ilmiah Inggris Patrick Vallance (kanan) memberikan informasi terbaru tentang pandemi virus corona Covid-19 dalam konferensi pers virtual di Ruang Pengarahan, di Downing Street, di pusat kota London, pada 5 April 2021.  ( Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty (kiri), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (tengah) dan Kepala Penasihat Ilmiah Inggris Patrick Vallance (kanan) memberikan informasi terbaru tentang pandemi virus corona Covid-19 dalam konferensi pers virtual di Ruang Pengarahan, di Downing Street, di pusat kota London, pada 5 April 2021. ( Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

Inggris Umumkan Aturan Perjalanan Baru

Selasa, 6 April 2021 | 07:12 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris pada Senin (5/4) waktu setempat mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali perjalanan internasional. Sesuai rencana umum sebelumnya yang diumumkan Perdana Menteri (PM) Boris Johnson, Inggris akan keluar secara bertahap dari kebijakan-kebijakan karantina karena pandemi Covid-19. Perihal perjalanan internasional tersebut, Inggris akan menggunakan sistem yang disebut sistem lampu lalu lintas.

Otoritas Inggris telah menetapkan tanggal tentatif 17 Mei 2021 untuk meluncurkan kembali perjalanan luar negeri, yang saat ini dilarang kecuali untuk segelintir orang dengan alasan-alasan yang diperbolehkan. Hal ini telah memunculkan permintaan terpendam besar-besaran untuk liburan musim panas di luar negeri.

Tujuan perjalanan akan diberi peringkat hijau, kuning, atau merah menurut risiko penyebaran virus Covid-19-nya. Hal tersebut sudah diungkapkan oleh perwakilan dari kantor PM di Downing Street pada akhir pekan lalu. Pemerintah akan menyampaikan rincian lebih lanjut pada Senin waktu setempat tersebut.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk membuka kembali negara kami seaman mungkin," kata Johnson, Senin, yang dilansir AFP.

Ia mengatakan, sistem baru akan membantu memastikan kemajuan vaksin Inggris tidak terancam dan menyediakan panduan yang jelas untuk wisatawan.

Orang-orang yang menuju ke negara-negara "hijau" yang berisiko rendah hanya akan melakukan tes virus sebelum dan sesudah mereka bepergian, kata pemerintah.

Tetapi mereka yang pergi ke negara wilayah "kuning" atau "merah" harus mengisolasi diri atau karantina sesudahnya.

Menteri Kesehatan Inggris Edward Argar mengatakan ketika kasus melonjak di benua Eropa, Inggris pasti sangat berhati-hati karena pihaknya masih mempertimbangkan pembatasan lebih lanjut.

"Salah satu hal yang tidak ingin kami lihat, dan sebagaimana program vaksinasi bekerja dengan baik, adalah terkena varian baru atau mempertaruhkan varian baru yang diimpor ke negara ini," tuturnya.

Saat ini, orang yang tiba di Inggris dari luar negeri diharuskan mengisolasi diri selama 10 hari. Warga negara Inggris yang datang dari "daftar merah" negara berisiko tinggi yang dilarang, menghadapi karantina mahal di hotel yang disetujui pemerintah.

Pemerintah mendesak masyarakat untuk tidak melakukan pemesanan untuk liburan musim panas. Pihaknya mengatakan, terlalu dini untuk memprediksi mana yang akan menjadi negara-negara "lampu hijau".

Pemerintah telah mengumumkan akan mengizinkan sejumlah orang menghadiri acara publik seperti pertandingan sepak bola dari bulan ini, dalam uji coba sistem sertifikasi virus.

Paspor Virus

Tetapi belum jelas apakah mereka akan mengeluarkan "paspor virus" untuk perjalanan internasional. Gagasan ini didukung oleh banyak negara dan maskapai penerbangan yang bergantung pada pariwisata, tetapi ditentang oleh lebih dari 70 anggota parlemen Inggris.

Argar mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan langkah-langkah seperti izin masuk hijau Israel, yang memungkinkan akses bagi orang yang telah divaksinasi Covid-19 untuk memasuki hotel, bar, dan tempat layanan lainnya.

"Saya pikir itu benar bahwa kita melihat ini dan melihat apakah ada cara itu, sambil menyeimbangkan semua pertimbangan praktis, etis, dan adil dapat dalam jangka pendek, mempercepat pembukaan kembali negara kita," kata Argar.

Pemerintah Inggris telah memberikan lebih dari 31 juta dosis vaksin pertama dan lebih dari lima juta dosis kedua. Peluncurannya telah jauh melampaui tempat tujuan liburan populer seperti Prancis.

Hal ini telah meningkatkan keyakinan publik setelah lebih dari 126.000 orang meninggal karena virus di Inggris Raya, jumlah korban tertinggi di Eropa.

Tes Cepat Virus

Toko-toko non-esensial akan dibuka kembali di Inggris pada 12 April 2021. Sementara pub serta restoran dapat mulai membuka layanan di luar ruangan. Ini merupakan bagian dari rencana mengurangi pembatasan, yang diharapkan akan ditandatangani oleh Johnson pada pertemuan kabinet.

Mulai Kamis (8/4), mereka yang tinggal di Inggris akan dapat mengakses dua tes cepat virus gratis per minggu yang bertujuan untuk mengekang penyebaran virus tanpa gejala.

Ini akan membuat tes seperti itu jauh lebih mudah diakses daripada saat ini. "Lebih banyak kasus akan terdeteksi, memutus rantai penyebaran, dan menyelamatkan nyawa," kata pemerintah, Senin.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mendesak orang-orang menerima tawaran itu. “Kembali ke normal bergantung pada kita semua yang dites secara teratur,” tegasnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN