Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) dan Presiden AS Joe Biden berfoto sebelum pertemuan bilateral di Carbis Bay, Cornwall pada 10 Juni 2021, menjelang KTT G-7 tiga hari yang diadakan pada 11-13 Juni. ( Foto: TOBY MELVILLE / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) dan Presiden AS Joe Biden berfoto sebelum pertemuan bilateral di Carbis Bay, Cornwall pada 10 Juni 2021, menjelang KTT G-7 tiga hari yang diadakan pada 11-13 Juni. ( Foto: TOBY MELVILLE / POOL / AFP )

Inggris-AS akan Sepakati Pakta Atlantik Baru

Jumat, 11 Juni 2021 | 05:53 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Amerika Serikat (AS) dan Inggris berjanji untuk menyepakati Pakta Atlantik yang baru guna memperkuat hubungan antara lain di sektor perdagangan, perjalanan, dan teknologi kedua negara.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden AS Joe Biden dijadwalkan bertemu pada Kamis (10/6) waktu setempat, sebelum pelaksanaan konferensi tingkat tinggi (KTT) G-7, Jumat (11/6) di Cornwall, Inggris barat daya.

Menurut laporan, sebelum pertemuan puncak dilangsungkan, para pemimpin negara kelompok G-7 akan menyepakati piagam baru. Piagam ini meniru pernyataan kebijakan yang dibuat pada 1941 oleh perdana menteri Winston Churchill dan presiden Franklin D Roosevelt dengan guna menetapkan tujuan mereka untuk dunia pascaperang. Di dalam Piagam Atlantik yang asli, mencakup perjanjian untuk mempromosikan demokrasi dan perdagangan bebas.

Dalam pernyataan yang dirilis Pemerintah Inggris pada Rabu (9/6) malam, piagam yang disepakati 1941 adalah salah satu kemenangan terbesar hubungan Inggris dan AS. Ini lebih dari kesepakatan lain untuk membentuk tatanan dunia, yang mengarah langsung pada pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Pemerintah Inggris mencatat, Piagam Atlantik 2021 akan mengakui bahwa dunia adalah tempat yang sangat berbeda dari 1941, (tapi) nilai-nilai yang dimiliki Inggris dan AS tetap sama.

“Sama seperti negara-negara kita bekerja sama untuk membangun kembali dunia setelah Perang Dunia Kedua, kita juga akan menerapkan kekuatan gabungan kita pada tantangan besar yang dihadapi planet ini hari ini – mulai dari pertahanan dan keamanan global hingga membangun kembali dengan lebih baik dari pandemi virus corona hingga menghentikan perubahan iklim,” demikian isi pernyataan, yang dikutip CNBC.

Menanggapi piagam itu, Johnson mengungkapkan ketika Churchill dan Roosevelt menghadapi pertanyaan tentang bagaimana membantu dunia pulih pasca-perang.

Perjanjian dalam piagam baru itu diharapkan mencakup komitmen untuk melanjutkan pakta Inggris-AS tentang perjalanan, meningkatkan perdagangan, dan teknologi penting yang dirancang guna memfasilitasi kerja sama antara perusahaan teknologi Inggris dan Amerika.

Piagam tersebut bakal mengatasi tantangan yang lebih baru, seperti menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh serangan siber, aksi-aksi terhadap perubahan iklim dan untuk melindungi keanekaragaman hayati, serta upaya untuk mengakhiri, dan pulih dari pandemi virus corona Covid-19

Komitmen-komitmen yang dibuat dalam piagam itu akan didukung oleh serangkaian prioritas kebijakan baru yang diprediksi disetujui oleh Johnson dan Biden pada Kamis waktu setempat, termasuk berupaya membuka perjalanan antara Inggris dan AS sesegera mungkin.

Sebagai informasi, pada Selasa (8/6) Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah melonggarkan rekomendasi perjalanan untuk lebih dari 110 negara dan wilayah. Tetapi Inggris belum termasuk dalam daftar itu, mengingat penyebaran varian Covid-19 Delta, yang awalnya ditemukan di India.

Saat ini, otoritas AS masih melarang kedatangan hampir semua warga negara non-AS – yang mana dalam 14 hari sebelumnya telah berkunjung ke Inggris, Irlandia, dan 26 negara Schengen di Eropa yang tidak memiliki kontrol perbatasan.

Menurut pihak berwenang Inggris, gugus tugas perjalanan baru akan diawasi oleh Departemen Transportasi negara itu dan rekan-rekan mereka di AS.

Sementara itu, para CEO maskapai penerbangan di kedua sisi Atlantik telah berulang kali mendesak pejabat pemerintah untuk membuat rencana pembukaan kembali perjalanan. Pasalnya, aturan pembatasan perjalanan telah berkontribusi pada laporan kerugian. Para ceo ini berharap, para pejabat akan mencabut aturan itu selama puncak musim perjalanan musim semi dan musim panas.
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN