Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Berbagai jenis mata uang digital atau cryptocurrency. ( Foto: Ina Fassbender / AFP )

Berbagai jenis mata uang digital atau cryptocurrency. ( Foto: Ina Fassbender / AFP )

Investor Kripto Harus Siap Kehilangan Seluruh Uangnya

Selasa, 12 Januari 2021 | 07:25 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id — Regulator keuangan utama di Inggris mengingatkan para investor mata uang digital cyptocurrency untuk bersiap-siap kehilangan seluruh uangnya. Menurut Financial Conduct Authority (FCA) pada Senin (11/1), investasi dan produk-produk pinjaman terkait kripto mengandung risiko yang sangat tinggi.

“FCA memahami bahwa ada beberapa perusahaan yang menawarkan investasi di aset-aset kripto atau pinjaman atau investasi terkait aset kripto, yang menjanjikan imbal hasil tinggi. Jika konsumen berinvestasi di jenis-jenis produk ini, harus bersiap untuk kehilangan seluruh uangnya,” kata FCA di London.

Peringatan tersebut keluar pada saat pasar mata uang digital dilanda volatilitas sangat tinggi. Harga bitcoin dan mata uang digital lainnya anjok pada Senin, hingga menghapus sekitar US$ 170 miliar dari total nilai seluruh mata uang digital.

Padahal bitcoin baru melonjak dan mencapai rekor-rekor tertinggi baru pada pekan lalu. Sempat mencapai level tertinggi US$ 41.973. Para investor semakin memandang aset digital ini sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi. Mirip dengan emas. Di tengah banjir stimulus terkait Covid-19 dari pemerintah seluruh dunia.

Tapi, lonjakan harga bitcoin itu memunculkan peringatan-peringatan akan adanya gelembung pasar. Yang dapat meledak dalam waktu dekat. Mata uang digital bernilai paling tinggi sedunia tersebut menunjukkan kenaikan harga di atas 300% selama 12 bulan terakhir. Bank of America (BofA) belum lama ini menyebutnya sebagai ibu dari seluruh gelembung.

“Regulator jelas khawatir bahwa risiko tinggi yang sudah terkandung dalam aset-aset kripto sekarang diimbuhi dengan aktivitas penipuan, yang mana konsumen menjadi target perusahaan-perusahaan tak tersentuh regulasi dengan materi pemasaran yang menekankan pada imbal hasil, tapi tidak menjelaskan potensi penurunan dari investasi di aset kripto,” kata Laith Khalaf, analis finansial AJ Bell, seperti dikutip CNBC, Senin.

FCA belakangan bersikap keras terhadap kripto. Dengan melarang penjualan derivatifnya kepada investor ritel.

FCA juga sudah memperkenalkan registrasi baru untuk pebisnis aset kripto. Regulator ini mengingatkan ahwa perusahaan-perusahaan yang tidak terdaftar berarti telah melakukan tindak pidana.

“Sebagaimana seluruh investasi spekulatif dan berisiko tinggi, konsumen harus memahami betul kemana berinvestasi, risiko-risiko terkait, dan perlindungan regulasi yang berlaku,” kata FCA.

Untuk investasi terkait aset kripto, tambah FCA, para konsumen bisa jadi tidak mengetahui adanya akses ke Financial Ombudsman Service (FOS) atau Financial Services Compensation Scheme (FSCS) bilamana timbul masalah di kemudian hari.

“Para konsumen harus khawatir jika mereka tiba-tiba ditawari, didesak untuk cepat-cepat berinvetasi atau dijanjikan imbal hasil yang sepertinya terlalu menggiurkan,” kata FCA.

Kerugian sekitar US$ 170 miliar di pasar kripto pada Senin tersebut membuat kapitalisasinya mencapai US$ 959,53 miliar pada awal sesi siang waktu Singapura. Turun dari US$ 1,1 triliun pada sesi sebelumnya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN