Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Iran Hassan Rouhani saat berpidato dalam acara pembukaan di sebuah pabrik di Teheran pada 5 November 2019. Rouhani mengatakan, Iran akan melanjutkan pengayaan uranium di pabrik bawah tanah yang  terletak di Teheran selatan. ( Foto:  AFP PHOTO / HO / IRANIAN PRESIDENCY )

Presiden Iran Hassan Rouhani saat berpidato dalam acara pembukaan di sebuah pabrik di Teheran pada 5 November 2019. Rouhani mengatakan, Iran akan melanjutkan pengayaan uranium di pabrik bawah tanah yang terletak di Teheran selatan. ( Foto: AFP PHOTO / HO / IRANIAN PRESIDENCY )

Iran Mulai Lagi Pengayaan Uranium

Iwan Subarkah Nurdiawan, Rabu, 6 November 2019 | 09:04 WIB

TEHERAN, investor.id – Presiden Iran Hassan Rouhani, Selasa (5/11) waktu setempat mengumumkan negaranya akan memulai lagi pengayaan uranium di sebuah pembangkit bawah tanah di sebelah selatan ibukota Teheran. Keputusan yang semakin menjauhkan Iran dari perjanjian 2015 dengan negara-negara kuat dunia ini disesalkan oleh mereka.

Penghentian seluruh kegiatan pengayaan di pembangkit Fordow di pegunungan dekat kota suci Syiah, Qom, sebelumnya adalah salah satu dari pembatasan aktivitas nuklir Iran. Republik Islam ini ketika itu menerimanya dengan ganjaran pencabutan sanksi-sanksi internasional terhadap perekonomiannya.

Tapi setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perjanjian tersebut pada Mei tahun lalu, disusul dengan mengenakan lagi sanksi-sanksi terhadap Iran, maka Iran pun mulai menangguhkan komitmen-komitmennya terhadap perjanjian tersebut, pada Mei tahun ini.

Rouhani mengingatkan, berdasarkan persyaratan perjanjian Iran telah menahan lebih dari 1.000 sentrifugal di pembangkit tersebut. Pembangkit itu kosong sejak persyaratan perjanjian berlaku.

“Mulai besok (Rabu 6 November), kami akan mulai menyuntikkan gas (heksaflorida uranium) di Fordow,” kata Rouhani, dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.

Sehari sebelumnya, ketegangan mencuat lagi dalam peringatan 40 tahun krisis sandera dan penyerbuan ke kedubes AS di Teheran. Ribuan orang di Teheran turun ke jalan, yang kemudian direspons oleh AS dengan menerapkan sanksi-sanksi baru.

Iran menyatakan, pengoperasian kembali pengayaan di Fordow akan dilakukan secara transparan dan disaksikan oleh tim inspeksi dari badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Badan Energi Atom Internasional atau IAEA.

Rusia yang memiliki hubungan diplomatik erat dengan Iran menyuarakan keprihatinannya atas perkembangan baru tersebut.

“Kami memantau perkembangan situasi ini dengan penuh keprihatinan. Kami mendukung perjanjian itu tetap berlaku,” kata Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin.

Prancis dan Uni Eropa (UE) juga menyuarakan keprihatinan yang sama. Peskov menambahkan, Rusia dapat memahami kegusaran Iran atas sanksi-sanksi ilegal dan berlebihan yang dijatuhkan oleh AS.

Pengumuman oleh Rouhani tersebut adalah langkah keempat yang dilakukan oleh Iran, sebagai respons atas keputusan AS keluar dari perjanjian nuklir tersebut.

Iran sudah berkali-kali mengingatkan para pihak yang masih tersisa dari perjanjian tersebut, yaitu Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia, bahwa perjanjian itu hanya dapat diselamatkan jika Iran dibantu untuk mematahkan sanksi-sanksi AS.

Negara-negara Eropa berupaya mengeluarkan mekanisme agar perusahaan-perusahaan asing tetap dapat berbisnis dengan Iran tanpa memicu hukuman dari AS.

Tapi Iran semakin frustrasi karena upaya-upaya tersebut belum banyak menunjukkan hasil. Rouhani menekankan bahwa Iran tetap berkomitmen terhadap usaha menyelamatkan perjanjian 2015, walaupun juga terus menjalankan proses menuju pengayaan lagi tersebut.

“Fase yang keempat ini, seperti tiga sebelumnya, tidak dapat dihentikan. Kami berkomitmen terhadap seluruh perundingan di belakang layar bersama negara-negara lain, agar ada solusi. Selama dua bulan ke depan, kami akan menambah negosiasi,” tutur Rouhani. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA