Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Interior Fasilitas Konversi Uranium Fordo (Fordow) di Qom, sebelah utara Iran. ( Foto: AFP PHOTO / HO / ATOMIC ENERGY ORGANIZATION OF IRAN )

Interior Fasilitas Konversi Uranium Fordo (Fordow) di Qom, sebelah utara Iran. ( Foto: AFP PHOTO / HO / ATOMIC ENERGY ORGANIZATION OF IRAN )

Iran Mulai Operasikan Lagi Pembangkit Fordow

Grace Eldora, Jumat, 8 November 2019 | 07:57 WIB

TEHERAN, investor.id – Pemerintah Iran melanjutkan pengadaan uranium di pembangkit bawah tanah Fordow, selatan Teheran. Hal ini menjadi langkah terbaru pemerintah, setelah sempat mengucapkan komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015.

Menurut pernyataan Organisasi Energi Atom Iran, para insinyur mulai memasukkan gas uranium heksaflorida ke dalam sentrifugal pengayaan pada Kamis (7/11) . Penangguhan pengayaan uranium di pabrik rahasia yang lama adalah salah satu pembatasan disetujui pemerintah Iran atas program nuklir negara, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengumuman pemerintah Iran menyatakan pihaknya akan melanjutkan pengayaan di pembangkit Fordow dimulai tengah malam Rabu (6/11). Hal ini secara serempak telah menarik keprihatinan dari pihak-pihak yang terkait perjanjian bermasalah tersebut.

Pemerintah Inggris, Tiongkok, Perancis, Jerman, dan Rusia telah berusaha menyelamatkan kesepakatan yang sudah ditetapkan sejak Amerika Serikat (AS) menarik diri pada Mei tahun lalu. Pemerintah AS kemudian kembali menerapkan sanksi unilateral yang melemahkan Iran.

Mereka mengatakan, pemerintah Iran secara bertahap menunda kewajibannya berdasarkan kesepakatan sejak Mei 2018 dan membuat situasi semakin sulit.

Dimulainya kembali pengayaan di Fordow adalah langkah keempat pemerintah Iran, menjauh dari kesepakatan. Adapun pengayaan uranium merupakan proses sensitif yang menghasilkan bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Tetapi juga, dengan bentuk yang diperluas, dapat menjadi inti serpihan untuk hulu ledak.

Pemerintah Iran saat ini memperkaya uranium hingga 4,5%, melampaui batas 3,67% yang ditetapkan pada kesepakatan 2015 tetapi kurang dari tingkat 20% yang sebelumnya telah dioperasikan. Juga jauh lebih rendah dari tingkat 90% yang diperlukan untuk pembuatan hulu ledak.

Hingga kini, pemerintahan tersebut selalu menolak elemen militer apa pun yang terkait dengan program nuklirnya. Iran menekankan semua langkah yang telah diambil adalah transparan dan dapat cepat berbalik, jika pihak yang terkait dalam perjanjian menemukan cara melewati sanksi pemerintah AS.

"Semua kegiatan ini telah dilakukan di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," organisasi nuklir Iran mengatakan, Kamis (7/11).

Sebuah sumber yang dekat dengan pengawas PBB mengatakan kepada AFP, pihaknya memiliki pengawas lapangan di Fordow dan akan melaporkan dengan cepat langkah yang diambil oleh pemerintah Iran.

Pemerintah Iran mengungkapkan pada Kamis, pihaknya telah menarik kredensial dari satu pengawas IAEA pekan lalu setelah dia memicu alarm di gerbang ke pabrik pengayaan Iran lainnya di Natanz. Kejadian tersebut menimbulkan kecurigaan dirinya membawa produk yang diragukan.

Tidak disebutkan apa produk yang dibawa atau apakah sebenarnya telah ditemukan dalam kepemilikan pengawas. Tetapi pihaknya berjanji, wakil negara untuk IAEA akan memberikan laporan rinci tentang insiden tersebut pada pertemuan khusus mengenai Iran di kantor pusat agensi, Wina, pada Kamis (afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA