Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panglima Besar Angkatan Darat (AD) Iran Jenderal Abdolrahim Mousavi saat berpidato selama aksi demonstrasi berlangsung di luar bekas kedutaan besar AS di Teheran pada 4 November 2019, untuk menandai peringatan 40 tahun krisis sandera Iran. ( Foto: AFP / ATTA KENARE )

Panglima Besar Angkatan Darat (AD) Iran Jenderal Abdolrahim Mousavi saat berpidato selama aksi demonstrasi berlangsung di luar bekas kedutaan besar AS di Teheran pada 4 November 2019, untuk menandai peringatan 40 tahun krisis sandera Iran. ( Foto: AFP / ATTA KENARE )

Iran Peringati 40 Tahun Pengepungan Kedubes AS

Grace Eldora, Selasa, 5 November 2019 | 07:02 WIB

TEHERAN, investor.id - Slogan dan patung anti-Amerika Serikat (AS) yang mengejek Presiden Donald Trump tampak di tengah-tengah kerumunan massa yang berunjuk rasa, di luar bekas kedutaan besar AS di Teheran pada Senin (4/11). Kerumunan massa tersebut menandai peringatan 40 tahun krisis sandera Iran.

Demonstrasi juga terjadi di beberapa kota lain, empat dekade setelah mahasiswa revolusioner menyerbu kompleks kedutaan dan menangkap puluhan diplomat Amerika dan staf. Peristiwa tersebut masih meninggalkan ketegangan hubungan kedua negara.

"Mereka akan melanjutkan permusuhan mereka terhadap kita. Mereka seperti kalajengking mematikan yang sifatnya memiliki racun menyengat. Kami siap untuk menghancurkan kalajengking ini dan juga akan membayar harganya," ujar Panglima Besar Angkatan Darat Iran Jenderal Abdolrahim Mousavi dalam pidato yang disampaikan di Teheran, Senin.

Dia mengecam gagasan berinteraksi dengan pemerintah AS sebagai tipu muslihat, menggemakan pernyataan baru-baru ini oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Mousavi menambahkan, kata-kata seperti negosiasi adalah pembungkus, sementara menyembunyikan wacana penyerahan dan kekalahan. Menurutnya, satu-satunya jalan ke depan adalah mempertahankan semangat revolusioner melalui kehati-hatian dan menaati pemimpin.

Rudal replika dan jenis baterai pertahanan udara yang sama yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat tak berawak AS pada Juni lalu dipajang di luar bekas kedutaan. Kini, gedung tersebut berubah menjadi museum di Teheran.

Warga Iran berkumpul di depan gedung, membawa plakat dengan slogan-slogan seperti "Down with USA" dan "Death to America", menurut wartawan AFP di tempat kejadian. Demonstrasi juga dilaporkan di Masyhad, Shiraz, dan Esfahan, dan daerah lainnya. Kantor berita Mehr memperkirakan jutaan orang hadir di seluruh negeri, meskipun tidak mungkin untuk memverifikasi angka itu.

Televisi pemerintah menyiarkan segmen-segmen dari film dokumenter Kanada berjudul The Fire Breather, menampilkan jejak kampanye Presiden AS Donald Trump yang kontroversial 2016 dan menyampaikan komentar tentang masa lalunya di samping gambar dari aksi unjuk rasa.

Papan iklan raksasa baru yang dirancang untuk menandai peringatan 40 tahun krisis sandera Iran. Papan tersebut terpasang menutupi muka bangunan di ibukota Iran, Teheran, pada 4 November 2019. ( Foto: AFP / ATTA KENARE )
Papan iklan raksasa baru yang dirancang untuk menandai peringatan 40 tahun krisis sandera Iran. Papan tersebut terpasang menutupi muka bangunan di ibukota Iran, Teheran, pada 4 November 2019. ( Foto: AFP / ATTA KENARE )

Pada 4 November 1979, kurang dari sembilan bulan setelah penggulingan Shah Iran yang didukung Amerika, para pelajar menyerbu kompleks kedutaan. Mereka menuntut pemerintah AS menyerahkan penguasa yang digulingkan tersebut, setelah ia dirawat di rumah sakit AS.

Butuh 444 hari hingga krisis berakhir dengan pembebasan 52 orang Amerika. Tetapi pemerintah AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada 1980 dan hubungan kedua negara menjadi dingin sejak itu.

Peringatan 40 tahun tersebut terjadi pada saat meningkatnya ketegangan antara pemerintah Iran dengan AS dan terhadap wilayah tersebut. "Ini mungkin waktu terbaik untuk mengatakan Down with the US," tutur reporter TV pemerintah pada aksi massa tersebut.

Orang-orang di belakangnya memegang plakat kuning bertuliskan Ilusi Pengembalian AS ke Iran tidak dapat diwujudkan. Mereka merujuk pada pidato Khamenei pada Minggu (3/11), memperingatkan pemerintah mendapatkan kedudukan.

Menurut kantor berita Mehr, dokumen-dokumen yang ditemukan di dalam kedutaan AS pada 1979 membuktikan klaim pelajar revolusioner, menyatakan pemerintah AS menggunakan gedung tersebut untuk merencanakan melawan republik Islam yang baru lahir saat itu.

Di sisi lain, Trump menarik AS dari perjanjian nuklir penting 2015 antara Iran dan kekuatan dunia tahun lalu, kemudian menerapkan kembali sanksi hukuman. Pemerintah Iran telah membalas dengan tiga tindakan balasan sejak Mei lalu, mengurangi bagian dari kepatuhannya atas kesepakatan.

"Orang Amerika, pada waktu itu (dari pengambilalihan kedutaan) percaya mereka adalah bangsa yang luar biasa, mampu melakukan ketidakadilan apa pun di mana saja," ujar juru bicara pemerintah Ali Rabiei kepada pers. (afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA