Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco,  Amin al-Nasser. Foto diambil saat penyelenggaraan  18th International Oil Summit atau Pertemuan Puncak Minyak Internasional ke-18 di Paris, Prancis, pada 27 April 2017. AFP / ERIC PIERMONT

Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco, Amin al-Nasser. Foto diambil saat penyelenggaraan 18th International Oil Summit atau Pertemuan Puncak Minyak Internasional ke-18 di Paris, Prancis, pada 27 April 2017. AFP / ERIC PIERMONT

Laba Aramco Masih Kuat

Happy Amanda Amalia, Selasa, 13 Agustus 2019 | 10:07 WIB

RIYADH, investor.id – Laba semester pertama 2019 Saudi Aramco pada Senin (12/8) dilaporkan turun hampir 12% menjadi US$ 46,9 miliar, yang diakibatkan penurunan harga minyak mentah. Penurunan laba itu juga terjadi di tengah spekulasi perusahaan tertutup itu bersiap melantai di bursa luar negeri dan berpotensi menjadi yang terbesar di dunia.

Aramco menyatakan laba bersih mencapai US$ 46,9 miliar untuk semester pertama 2019. Turun dibandingkan US$ 53 miliar pada periode sama tahun lalu.

“Meskipun harga minyak mentah lebih rendah selama semester pertama 2019, kami terus menghasilkan pendapatan yang solid dan arus kas bebas yang kuat karena didukung oleh kinerja operasional yang konsisten, manajemen biaya dan disiplin fiskal,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Aramco Amin Nasser, seperti dikutip dalam pernyataan itu.

Kendati baru kali pertama merilis laporan labanya, namun Aramco masih mampu memperkuat posisinya sebagai raksasa perusahaan energi paling menguntungkan di dunia.

Kalangan analis mengatakan, rekor permintaan untuk obligasi internasional pertamanya senilai US$ 12 miliar tahun ini telah mendorong eksportir minyak utama dunia tersebut mempercepat penawaran umum perdana atau IPO saham.

Aramco baru pertama kali mempublikasikan laporan keuangan semesteran. Aramco juga pertama kalinya, pada April 2019, membuka laporan keuanganya, di tengah persiapan untuk menggalang dana dari para investor.

Aramco dijadwalkan menggelar rapat laporan laba pertama pada Senin waktu setempat. Para calon investor akan berkesempatan membahas kinerja dengan manajemen Aramco.

Laporan laba Aramco ini bertepatan dengan pengumuman dari Reliance India, yang menyatakan telah setuju menjual 20% saham di bisnis minyak dan bahan kimia – senilai US$ 15 miliar – kepada Aramco. Kesepakatan tersebut berpotensi meningkatkan kapitalisasi Aramco jelang IPO.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebelumnya mengatakan IPO tersebut akan berlangsung pada akhir 2020 atau awal 2021.

Pemerintah Arab Saudi berencana menjual hingga 5% saham di Aramco dan berharap dapat mengumpulkan dana hingga US$ 100 miliar, berdasarkan perkiraan kapitalisasi perusahaan senilai US$ 2 triliun.

Tetapi kalangan investor sudah sejak lama memperdebatkan, apakah Aramco benar-benar dihargai segitu begitu. Kegagalan untuk mencapai taksiran US$ 2 triliun seperti yang diinginkan oleh penguasa Saudi secara luas dianggap sebagai alasan dibalik tertundanya IPO – yang sebelumnya dijadwalkan pada 2018.

Kesepakatan awal dengan Reliance itu menggarisbawahi upaya Aramco untuk mendiversifikasi operasinya dan meningkatkan kapitalisasinya. Sementara India memuji kesepakatan dengan sebutan investasi asing terbesar dalam sejarahnya.

Rencana IPO tersebut menjadi bagian dari program reformasi Pangeran Mohammed untuk menghilangkan ekonomi Saudi dari ketergantungan pada pendapatan minyak.

Walaupun belum diumumkan di mana, tetapi London, New York dan Hong Kong bersaing untuk menjadi tempat IPO Aramco. (afp/pya)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN