Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Global Terkoreksi

Bursa Global Terkoreksi

Pasar Saham Global Anjlok

SN, Selasa, 7 Mei 2019 | 08:38 WIB

PARIS – Pasar saham global anjlok pada perdagangan Senin (6/5) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melancarkan ancaman akan menaikkan tarif atas barang impor Tiongkok senilai US$ 200 miliar dari 10% menjadi 25% akhir pekan ini. Trump berupaya menekan perundingan dagang antara negaranya dan Tiongkok agar segera mencapai kesepakatan.

Sekitar 10 menit memasuki perdagangan, indeks Dow Jones di Wall Street turun 1,4% ke level 26.131,83. Indeks S&P 500 turun 1,3% ke level 2.906,28. Sedangkan indeks Nasdaq turun 1,6% ke level 8.031,07 dibandingkan penutupan perdagangan pekan lalu. Indeks-indeks saham di Asia dan Eropa juga memerah karena komentar Trump itu dikhawatirkan meletuskan lagi perang daganag AS-Tiongkok. Konsekuensinya bakal sangat buruk bagi pertumbuhan ekonomi global.

“Selama 10 bulan Tiongkok membuar tarif kepada AS sebesar 25% atas barang teknologi tinggi senilai 50 miliar dolar dan 10% untuk 200 miliar dolar barang-barang lainnya. Yang 10% itu akan naik jadi 25% pada Jumat (10/5),” ujar Trump via Twitter, Minggu (5/5) malam waktu setempat.

Ancaman tersebut membayangi putaran perundingan selanjutnya di Washington, AS pekan ini. Mediamedia melaporkan bahwa Tiongkok mempertimbangkan untuk memunda atau membatalkan pertemuan tersebut. Tapi, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok mengatakan delegasi negaranya akan tetap berangkat ke Washington.

“Masa-masa tenang di seluruh pasar finansial global sekarang dihadapkan pada prospek gejolak besar. Ancaman dari Trump ini akhirnya direspons dengan sentimen jual,” ujar Han Tan, analis pasar dari FXTM, seperti dikutip AFP.

Sekitar pukul 13:45 GMT Senin, indeks DAX 30 Frankfurt turun 1,7% ke level 12.205,48. Indeks CAC 40 Paris turun 1,7% ke level 5.456,30. Sedangkan indeks FTSE London tutup karena libur nasional.

Sementara di Asia, indeks Shanghai anjlok 5,6% ke level 2.906,46 dan indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup melemah 2,9% ke level 29.209,82. Sedangkan pasar saham Tokyo tutup karena libur nasional.

AS dan Tiongkok sudah saling mengenakan tarif sebesar US$ 360 miliar sejak tahun lalu atas barang impor masing-masing. Tapi Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Desember 2018 setuju dengan gencatan perang dagang sehingga memicu lonjakan di pasar saham global selama empat bulan terakhir ini.

“Trump pagi ini seperti meremukkan kenari dengan palu godam dan hanya dua kata yang akan menggelayuti pikiran para pialang serta investor pekan ini, yakni perundingan dagang,” ujar Jeffrey Halley, analis senior OANDA.

Dampak dari ancaman Trump itu bahkan lebih besar dibandingkan kabar bahwa People’s Bank of China (PBoC) atau bank sentral Tiongkok akan memangkas giro wajib minimum (GWM) perbankan untuk mendukung usaha kecil.

“Kebanyakan pelaku pasar menepi dari transaksi,” ujar Andrew Tilton, kepala ekonom Goldman Sachs untuk Asia Pasifik.

Ia menambahkan kepada Bloomberg TV bahwa ancaman Trump dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dunia jika tariftarif itu semakin tinggi. Sementara meningkatnya ketidakpastian akan menghambat investasi ke depannya.

(afp)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN