Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri konferensi pers virtual di 10 Downing Street, pusat kota London pada 12 Oktober 2020, setelah mengumumkan sistem peringatan Covid-19 yang baru. ( Foto: TOBY MELVILLE / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri konferensi pers virtual di 10 Downing Street, pusat kota London pada 12 Oktober 2020, setelah mengumumkan sistem peringatan Covid-19 yang baru. ( Foto: TOBY MELVILLE / POOL / AFP )

Pemerintah Inggris Abaikan Saran Ilmuwan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 06:59 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Pemerintah Inggris menghadapi tekanan baru pada Selasa (13/10) setelah ada indikasi telah mengabaikan masukan para ilmuwan tiga minggu lalu untuk pembatasan yang lebih ketat.

Kubu oposisi utama Partai Buruh menyatakan, kegagalan pemerintah untuk bertindak telah mengkhawatirkan dan menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas strategi terbarunya untuk mengekang penyebaran virus corona Covid-19.

Direktur Medis Inggris Chris Whitty mengatakan, dirinya tidak yakin langkah-langkah terbaru yang diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Boris Johnson dapat membalikkan tren kenaikan infeksi.

Johnson sebelumnya telah meluncurkan sistem tiga tingkat, yang mengategorikan wilayah Inggris berdasarkan tingkat infeksi, hingga mencoba menyederhanakan web kompleks dari batasan lokal.

Kota Liverpool, satu-satunya tempat yang dimasukkan ke dalam kategori jumlah infeksi tertinggi, akan memberlakukan larangan pencampuran rumah tangga, sementara bisnis pub tutup mulai Rabu (14/10) setidaknya selama empat minggu mendatang.

Namun Whitty, yang mendampingi Johnson pada konferensi pers di Downing Street pada Senin (12/10) malam, mendesak para pemimpin lokal di daerah yang paling terkena dampak untuk melangkah lebih jauh.

"Saya tidak yakin, dan juga tidak ada yang yakin, bahwa usulan sistem tiga tingkat untuk jumlah infeksi tertinggi jika kita menerapkannya pada kasus dasar mutlak, dan tidak lebih, akan cukup untuk menyelesaikannya," ujar Whitty, seperti dikutip AFP.

Kemudian terungkap bahwa para ahli ilmiah telah merekomendasikan tindakan yang lebih kuat sepanjang bulan lalu, termasuk yang disebut penguncian pemutus sirkuit untuk menghentikan penyebaran.

Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (SAGE) pemerintah memberikan daftar pendek intervensi virus kepada para menteri pada 21 September 2020. Dengan maksud untuk segera diterapkan.

Strategi itu termasuk menutup bisnis bar, restoran, kafe, gym, dan layanan pribadi seperti penata rambut, pelarangan percampuran dari rumah tangga yang berbeda di rumah, hingga mengalihkan semua pengajaran universitas dan perguruan tinggi ke kuliah online.

Tetapi Johnson hanya mengadopsi satu dari lima rekomendasi, yakni mendorong orang untuk bekerja dari rumah.

Wara sedang berjalan kaki di pusat kota Liverpool, Inggris barat laut pada 13 Oktober 2020, sebelum aturan karantina lokal diberlakukan untuk membantu membendung gelombang kedua virus corona Covid-19. ( Foto: PAUL ELLIS / AFP )
Wara sedang berjalan kaki di pusat kota Liverpool, Inggris barat laut pada 13 Oktober 2020, sebelum aturan karantina lokal diberlakukan untuk membantu membendung gelombang kedua virus corona Covid-19. ( Foto: PAUL ELLIS / AFP )

Terlambat Lagi

Johnson telah banyak dikritik karena terlalu lambat untuk beralih ke penguncian nasional di tahap awal pandemis. Korban tewas Inggris lebih dari 43.000 jiwa, yang terburuk di Eropa. Hampir 14.000 kasus baru dilaporkan di seluruh Inggris pada Senin, dengan 50 kematian baru.

Penerimaan rumah sakit sekarang lebih tinggi daripada saat penguncian nasional diberlakukan pada 23 Maret.

Bisnis, anggota parlemen Konservatif, dan surat kabar sayap kanan telah mendesak Johnson untuk melawan penguncian nasional lainnya, karena efeknya pada perekonomian negara.

Berita yang mengatakan Johnson mengabaikan sebagian besar nasihat SAGE tiga minggu lalu, memicu kritik deras dari oposisi utama, Partai Buruh. Juru bicara kesehatan dari Partai Buruh, Jonathan Ashworth, mengatakan dirinya cukup khawatir ketika melihat risalah SAGE diterbitkan setelah konferensi pers Senin.

Dia mengatakan, hal itu menimbulkan pertanyaan tentang klaim berulang pemerintah untuk mengikuti sains.

"Terbukti dengan sendirinya, mereka telah menolak rekomendasi penting di sini dari para ilmuwan," Ashworth mengatakan kepada televisi BBC

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN