Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan Northwell Health sekaligus Ketua Pengobatan Darurat Yves Duroseau menerima suntikan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Lenox Hill, di Pusat Kesehatan Long Island Jewish, pada 14 Desember 2020. ( Foto: Timothy A. Clary / AFP )

Karyawan Northwell Health sekaligus Ketua Pengobatan Darurat Yves Duroseau menerima suntikan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Lenox Hill, di Pusat Kesehatan Long Island Jewish, pada 14 Desember 2020. ( Foto: Timothy A. Clary / AFP )

Penelitian Inggris: Satu Dosis Vaksin Dapat Kurangi Separuh Penularan

Kamis, 29 April 2021 | 07:07 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Sebuah penelitian yang dilakukan Public Health England (PHE) mendapati bahwa satu dosis vaksin yang disuntikkan untuk melawan virus corona Covid-19 dapat mengurangi penularan di dalam rumah tangga hingga separuhnya.

“Masyarakat yang terinfeksi virus corona tiga pekan setelah menerima satu dosis vaksin buatan Pfizer-BioNTech atau AstraZeneca-University of Oxford memiliki kemungkinan kecil antara 38% dan 49% untuk menularkan virus ke anggota rumah tangga mereka, daripada mereka yang tidak divaksinasi,” demikian temuan studi PHE, yang dikutip CNBC, Rabu (28/4).

Menurut laporan, perlindungan dari vaksin Covid-19 itu baru terlihat dari sekitar 14 hari setelah vaksinasi, dengan tingkat perlindungan yang sama tanpa memandang usia kasus atau kontak.

Catatan PHE menyebutkan, perlindungan tersebut di atas pengurangan risiko orang yang divaksinasi, mengembangkan gejala infeksi di tempat pertama, yaitu sekitar 60% hingga 65% - empat pekan setelah mendapat satu dosis dari salah satu vaksin.

Dengan memperoleh dua dosis vaksin virus corona (jeda antar dosis pertama dan kedua hingga 12 pekan di Inggris) dapat memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi terhadap infeksi Covid.

Menteri Kesehatan (Menkes) Inggris Matt Hancock pun memuji hasil temuan studi tersebut sebagai berita yang luar biasa.

“Kami sudah tahu bahwa vaksin menyelamatkan nyawa dan penelitian ini adalah data dunia nyata paling komprehensif yang menunjukkan bahwa vaksin juga menghentikan penularan virus mematikan ini. Ini semakin memperkuat bahwa vaksin adalah jalan keluar terbaik dari pandemi ini, karena vaksin melindungi Anda dan dapat mencegah Anda secara tidak sadar menginfeksi seseorang di rumah Anda. Saya mendorong semua orang untuk mendapatkan vaksin segera setelah mereka memenuhi syarat dan memastikan Anda mendapatkan vaksin dosis kedua untuk perlindungan sekuat mungkin,” demikian penjelasan Hancock.

Baik vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca sedang digunakan secara luas di Inggris Raya. Dan kini vaksin Moderna telah ditambahkan juga ke program imunisasi.

Peluncuran vaksin Covid-19 terbilang meraih sukses besar di Inggris dan merupakan prospek penuh harapan, setelah pandemi menghancurkan yang sejauh menyebabkan lebih dari 127.000 jiwa meninggal dunia di negara itu.

Sebagai informasi, Inggris telah mengalami kasus-kasus infeksi yang mengharuskan pasien dirawat inap dan penurunan angka kematian dramatis sejak peluncuran vaksin dimulai pada Desember tahun lalu. Selain memberlakukan langkah-langkah karantina atau lockdown yang ketat.

Risiko di Rumah Tangga

Hingga saat ini, hampir 34 juta orang dewasa Inggris telah mendapatkan vaksin dosis pertama, dan lebih dari 13 juta telah mendapatkan vaksin dosis kedua. Demikian catatan pemerintah.

Studi PHE mencatat, bahwa rumah tangga memiliki risiko tinggi untuk penularan dan menunjukkan bukti awal tentang dampak vaksin dalam mencegah penularan selanjutnya. Hasil serupa diharapkan muncul di pengaturan lain dengan risiko penularan serupa, seperti akomodasi-akomodasi yang dipakai bersama dan di lingkungan penjara.

Hasil penelitian – yang masih berupa pracetak dan belum mendapat tinjauan rekan-rekan sejawat – mencakup lebih dari 57.000 kontak dari 24.000 rumah tangga. Di mana ada kasus virus corona yang dikonfirmasi di laboratorium, telah menerima vaksinasi, dibandingkan dengan hampir 1 juta kontak dari kasus yang tidak divaksinasi.

Dengan menghubungkan data kasus dan kontak rumah tangga dengan status vaksinasi, studi ini membandingkan kemungkinan penularan untuk kasus yang divaksinasi dengan kasus yang tidak divaksinasi. PHE juga melakukan studi terpisah tentang pengaruh vaksinasi terhadap penularan pada populasi yang lebih luas.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN