Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Rusia Vladimir Putin. ( Foto: DMITRY LOVETSKY / POOL / AFP  )

Presiden Rusia Vladimir Putin. ( Foto: DMITRY LOVETSKY / POOL / AFP )

Rusia akan Kirimkan Iran Sistem Satelit Canggih

Jumat, 11 Juni 2021 | 15:15 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON – Rusia akan mengirimkan sistem satelit canggih ke Iran yang dapat sangat meningkatkan kemampuan mata-matanya. Demikian laporan media Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan Washington Post, Kamis (10/6) waktu setempat, Rusia sedang bersiap memberi Iran satelit Kanopus-V dengan kamera resolusi tinggi. Dikutip dari sumber pejabat AS dan Timur Tengah, satelit ini akan memungkinkan negara Republik Islam itu memantau fasilitas musuh-musuhnya di Timur Tengah.

Sebagai informasi, laporan pengiriman satelit canggih tersebut muncul selang beberapa hari sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden AS Joe Biden pada 16 Juni di Swiss, untuk melakukan pembicaraan. Ini adalah lawatan keluar negeri pertama yang dilakukan Biden.

Tindakan Rusia itu bakal menambah daftar panjang keluhan AS menjelang pembicaraan, mulai dari isu campur tangan pemilu hingga operasi peretasan yang terkait dengan Pemerintah Rusia.

Menurut para pejabat, peluncuran satelit bisa terjadi dalam beberapa bulan, dan merupakan hasil dari beberapa kali lawatan ke Rusia oleh para pemimpin elit Pengawal Revolusi Iran. Berdasarkan rician yang diperoleh para pejabat, satelit ini akan diluncurkan di Rusia dan berisi perangkat keras buatan Rusia.

Meskipun bukan dari kemampuan satelit Amerika, Iran dapat menugaskan satelit baru dengan memata-matai lokasi tertentu.

Di sisi lain, seorang pejabat menungkapkan kekhawatiran bahwa satelit itu akan berbagi citra dengan proksinya di Yaman, Irak dan Lebanon. Kekhawatiran lain yang mereba adalah tentang pengembangan rudal balistik dan drone Iran.

“Para pelatih Rusia telah membantu awak darat yang akan mengoperasikan satelit dari lokasi baru di dekat kota Karaj di Iran utara,” demikian lapor The Post.

Kesepakatan itu dapat memungkinkan Iran memantau Teluk Persia, pangkalan Israel, dan kehadiran pasukan Amerika di Irak. Rincian penjualan ini juga datang pada saat yang sulit, mengingat kekuatan dunia melakukan pertemuan unutk embawa AS kembali ke kesepakatan nuklir Iran. Dan Iran bakal kembali mematuhi.

Kesepakatan nuklir yang dicapai pada 2015 masih tergantung sejak AS, di bawah pemerintahan Donald Trump, memutuskan keluar pada 2018 dan kembali memberlakukan sanksi. Sanksi itu-lah yang kemudiann mendorong Iran meningkatkan kegiatan nuklirnya, yang telah lama dibatasi oleh kesepakatan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN