Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui tautan video, di Aula Besar Rakyat atau Great Hall of the People, di Beijing pada 2 Desember 2019. Rusia dan Tiongkok meluncurkan proyek jaringan pipa gas raksasa

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui tautan video, di Aula Besar Rakyat atau Great Hall of the People, di Beijing pada 2 Desember 2019. Rusia dan Tiongkok meluncurkan proyek jaringan pipa gas raksasa "The Power of Siberia" yang bertujuan memperkuat peran Rusia sebagai pengekspor gas terbesar di dunia. ( Foto: AFP / POOL / Noel CELIS )

Resmikan Proyek Jaringan Pipa Gas

Rusia Pasok Gas ke Tiongkok 38 Miliar Meter Kubik

Happy Amanda Amalia, Selasa, 3 Desember 2019 | 13:36 WIB

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia dan Tiongkok meluncurkan proyek jaringan pipa gas raksasa yang menghubungkan kedua negara untuk pertama kalinya. Ini adalah salah satu dari tiga proyek besar yang bertujuan memperkuat peran Negeri Beruang Merah sebagai pengekspor gas terbesar di dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutnya sebagai proyek konstruksi terbesar di dunia karena jalur pipa sepanjang 3.000 kilometer (km) itu akan memasok Tiongkok dengan 38 miliar meter kubik (setara 1,3 triliun kaki kubik) gas setiap tahun, ketika beroperasi penuh pada 2025.

Sebelumnya, Rusia dan Tiongkok telah menandatangani perjanjian konstruksi selama 30 tahun dengan nilai US$ 400 miliar pada 2014, di mana itu adalah kontrak Gazprom terbesar yang pernah ada.

Melalui tayangan tautan video yang menunjukkan upacara yan grumit, Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping memuji peluncuran proyek pipa gas yang dijuluki Kekuatan Siberia sebagai sebuah simbol kerja sama.

“Hari ini luar biasa, peristiwa yang benar-benar bersejarah tidak hanya untuk pasar energi global, tetapi yang pertama buat kami dan untuk Anda, untuk Rusia dan Tiongkok,” ujar Putin.

Xi pun menambahkan, proyek tersebut berfungsi sebagai model kerja sama. “Hubungan Tiongkok-Rusia sedang memasuki era baru. Semua orang bekerja keras,” tutur dia.

Upacara peluncuran itu memperlihatkan para pekerja, sementara tayangan video menujukkan alur jaringan pipa yang sulit dari area terpencil di Siberia timr menuju Blagoveshchensk di perbatasan Tiongkok.

Para pekerja terlihat bersorak seraya tepuk tangan dan langsung diperdengarkan musik perayaan, setelah Chief Executive Officer (CEO) raksasa perusahaan gas Rusia Gazprom Alexei Miller berbicara dari wilayah Amur, memerintahkan pembukaan katup agar gas mengalir melintasi perbatasan.

Menurut laporan, jaringan pipa tersebut merupakan bagian dari upaya Rusia untuk mengembangkan hubungan diplomasi dengan Asia – khususnya importir energi Tiongkok – di tengah ketegangan yang berkepanjangan dengan Barat.

Di samping itu, Gazprom menekankan bahwa saluran pipa gas dibangun melewati kondisi lingkungan yang ekstrem, yakni melintasi tanah yang berada di titik beku pada suhu nol derajat Celcius (permafrost) dan daerah berbatu, berawa, gunung-gunung yang masih aktif secara seismik.

Bahkan suhu di sepanjang rute yang dilalui saluran pipa gas bisa anjlok sampai di bawah minus 60 derajat Celcius di Yakutia dan di bawah minus 40 C di Wilayah Amur Rusia Timur Jauh.

Selain membangun saluran pipa, kedua belah pihak juga telah menyelesaikan pembuatan jembatan jalan pertama antara Rusia dan Tiongkok, yang akan menghubungkan kedua negara tetangga. Menurut laporan, jembata yang akan menghubungkan kota Blagoveshchensk dan kota Heihe di Tiongkok utara itu akan dibuka pada tahun depan.

Rusia sendiri masih tetap menjadi penyedia gas utama ke Eropa dan berencana segera meluncurkan dua saluran pipa lagi, yakni TurkStream dan Nord Stream 2, yang akan meningkatkan pasokan gas ke benua tersebut dengan melewati Ukraina.

Menurut kalangan analis, ketiga proyek tersebut memiliki manfaat ekonomi dan politik jangka panjang untuk Rusia, yang telah menyisipkan dirinya di antara pasar Eropa di barat dan pasar Tiongkok yang tumbuh pesat di timur.

“Rusia tidak hanya menciptakan aliran pemasukan baru, tetapi juga melindungi nilai taruhannya dan memperkuat posisinya secara strategis. Kemampuan untuk bermain satu lawan satu tidak akan hilang baik di Gazprom atau Kremlin,” demikian tulis Andrew Hill, yang memimpin tim analisis energi dan gas S&P Global Platts EMEA, dalam blog.

Profitabilitas

Namun beberapa analis mengatakan bahwa proyek itu kurang masuk akal secara ekonomi, mengingat biayanya yang besar, dan seharusnya tidak dibangun.

“Ini bukan proyek komersial. Mereka tidak akan pernah membayar untuk dirinya sendiri,” ungkap Mikhail Krutikhin, seraya memperkirakan biaya pipa sekitar US$ 100 miliar tersebut hampir dua kali lipat dari harga US$ 55 miliar yang diumumkan oleh Gazprom, kepada AFP.

Peluncuran jaringan Power of Siberia atau Kekuatan Siberia juga dilakukan di tengah perselisihan panjang atas Nord Stream 2.

Nord Stream-2, yang akan menggandakan volume gas ke Jerman, diperkirakan online pada pertengahan 2020, walau pun telah menghadapi tentangan dari Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa tengah dan timur, khususnya Ukraina.

Para kritikus khawatir, proyek itu akan meningkatkan ketergantungan Eropa pada pasokan energi Rusia yang kemudian dapat digunakan Moskow untuk mengerahkan tekanan politik.

TurkStream, yang diharapkan oleh Putin dan pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan untuk diluncurkan pada Januari, akan mengangkut gas Rusia ke Turki, juga melewati Ukraina.

Jaringan pipa dua jalur dibangun di bawah Laut Hitam, di mana jalur pertama ditujukan ke konsumen Turki, sementara jalur kedua akan mengirim gas ke Eropa selatan dan tenggara. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA