Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor bank Inggris, Barclays. ( Foto: AFP )

Kantor bank Inggris, Barclays. ( Foto: AFP )

Prediksi Barclays untuk 2021

Sejumlah Saham Berpotensi Reli 50%

Jumat, 27 November 2020 | 07:34 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Barclays mendukung saham-saham Eropa menyentuh level tertinggi baru pada 2021. Indeks Stoxx 600 diprediksi naik 13% dan dua saham berpotensi memberikan imbal hasil lebih dari 50%.

Dalam proyeksinya untuk 2021, para analis saham di Barclays mengatakan bahwa faktor pendukung utama reli pasar saham adalah pertumbuhan laba per saham.

Saham-saham yang secara historis kerap naik turun melonjak setelah ada harapan hadirnya vaksin Covid-19.

Para ekonom Barclays memperkirakan ekonomi global tumbuh 5,4% tahun depan. Ini adalah proyeksi paling tajam sejak 2010. Pertumbuhan itu akan memfasilitasi kenaikan 45% laba korporasi Eropa dari level saat ini.

Barclays memperkirakan perusahaan minyak BP memiliki potensi reli hingga 63,7%. Disusul ABN Amro dengan kenaikan 50,6% dan BT Group sebesar 47,2%.

Sementara saham-saham yang akan mencatatkan kerugian terbesar adalah maskapai Jerman Lufthansa. Barclays memperkirakan labanya anjlok 41,6%. Disusul perusahaan pembiayaan di Belanda, Adyen, (-34.1%) dan perusahaan pasar serba ada online Ocado (-30,5%).

“Bank-bank sentral dan para pemerintah masih memiliki amunisi untuk menyokong pemulihan, kondisi finansial mendukung, dan ada kenaikan permintaan karena pendapatan bulanan utuh, tingkat simpanan tinggi, serta memulihnya laba,” ujar Emmanuel Cau, kepala strategi saham Eropa Barclays, pada Kamis (26/11), seperti dikutip CNBC.

Ia mengakui prospek jangka pendek tetap tidak pasti. Karena vaksin belum ada yang disetujui dan dampak sosial jangka panjang akibat pandemi. Selain itu, periode bullish terakhir di pasar membuat munculnya kejutan positif menjadi sedikit.

Tapi Barclays masih melihat ada peluang untuk rotasi dari aset yang relatif aman seperti obligasi, uang dunai, dan pasar negara maju. Pertumbuhan ekonomi AS dan saham-saham defensif menjadi aset-aset dengan risiko lebih rendah.

“Karena besarnya produktivitas, kami perkirakan kebijakan moneter dan fiskal ekspansioner akan tetap berlaku. Pemulihan ekonomi Tiongkok sudah hampir merata, sedangkan di AS dan Eropa, belanja koonsumen dan modalnya harus kembali, serta pasar jasa akan mampu menyamai pasar industri manufaktur.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN