Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nicolas Maduro

Nicolas Maduro

Tiongkok dan Rusia Diingatkan Tidak Berbisnis dengan Venezuela

Happy Amanda Amalia, Kamis, 8 Agustus 2019 | 10:18 WIB

LIMA, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengingatkan Tiongkok dan Rusia untuk menghindar melakukan bisnis dengan rezim Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pernyataan tersebut disampaikan ketika delegasi dari sekitar 60 negara menghadiri pertemuan Lima Group di Lima, Peru guna membahas cara-cara untuk mengakhiri krisis di Venezuela.

Selang satu hari sebelum peringatan Pemerintah AS pada Selasa (6/8), Presiden Donald Trump juga telah memerintahkan pembekuan semua aset Pemerintah Venezuela di AS, dan melarang transaksi dengan otoritasnya.

“Kami mengirimkan sinyal kepada pihak-pihak ketiga yang ingin melakukan bisnis dengan rezim Maduro: Lanjutkan dengan sangat hati-hati. Tidak perlu mengambil risiko untuk kepentingan bisnis Anda dengan Amerika Serikat demi tujuan mengambil untung dari rezim yang korup dan sekarat,” ujar Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, di Lima, Peru.

Peringatan Bolton itu secara khusus ditujukan kepada sekutu-sekutu Maduro, Tiongkok dan Rusia, dengan mengatakan bahwa dukungan mereka kepada rezim Maduro tidak bisa ditoleransi.

Dia juga mendesak Rusia untuk tidak meningkatkan taruhan buruknya, dan mengatakan kepada Tiongkok bahwa rute paling cepat untuk mendapatkan pengembalian dari pinjamannya ke Venezuela adalah dengan mendukung pemerintahan baru yang sah.

Pemerintahan Trump tampaknya bertekad memaksa Maduro lengser dari kekuasaan, dan mendukung rencana pemimpin oposisi Juan Guaido untuk membentuk pemerintahan transisi, serta mengadakan pemilihan umum (pemilu) yang baru.

Tetapi Kementerian Luar Negeri Rusia menanggapi pernyataan Bolton, dengan menyebutkan “Tidak ada alasan mendasar untuk membekukan aset-aset Venezuela” dan menambahkan bahwa “tidak ada negara yang berhak untuk mendiktekan keinginannya kepada negara lain melalui represi ekonomi.”

Seperti diketahui, sanksi yang dijatuhkan AS telah menuai kemarahan dari Pemerintah Venezuela yang mengecam bahwa langkah Negeri Paman Sam itu, sebagai agresi serius lain dari pemerintahan Trump melalui aksi terorisme ekonomi sewenang-wenang terhadap rakyat Venezuela.

Venezuela yang dilanda krisis ini pun sudah terperosok dalam jalan buntu politik sejak Januari, ketika Ketua Majelis Nasional Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden, dan langsung mendapat dukungan oleh lebih dari 50 negara.

 

Komitmen Kegagalan Dialog

Bahkan pertemuan Lima Group yang diselenggarakan pada Selasa di ibukota Peru itu, mencakup belasan negara di Amerika Latin dan Kanada, yang mana sebagian besar mendukung Guaido.

Kendati Grup Lima mengundang sekitar 100 negara untuk datang ke pertemuan, tetapi banyak – termasuk sekutu Venezuela, yakni Tiongkok, Rusia, Kuba dan Turki – yang tidak hadir. Meski demikian laporan menyebutkan, Jerman, Inggris, Prancis dan Jepang berada di antara negara yang hadir dalam pertemuan tersebut, serta perwakilan untuk Uni Eropa (UE) dan Bank Pembangunan Antar-Amerika atau Inter-American Development Bank.

Ketika konferensi berakhir, Menteri Luar Negeri (Menlu) Peru Nestor Popolizio memberikan pandangannya tentang sanksi baru AS: “Kami tahu mereka akan berdampak nyata pada rezim Maduro dan kami berharap mereka memberi jalan bagi kepergian rezim itu lebih cepat daripada terlambat.”

Pertemuan Lima itu sendiri dilaksaakan ketika wakil-wakil dari Maduro dan Guaido sedang terlibat dalam negosiasi berkelanjutan yang dimediasi oleh Norwegia. Ada pun, babak pertama pembicaraan telah dilakukan di Oslo, Norwegia pada Mei, dan tiga babak selanjutnya telah berlangsung di Barbados, Kepulauan Karibia.

Sedangkan Pemerintah Venezuela mengklaim sanksi AS menunjukkan bahwa AS dan sekutu-sekutunya berkomitmen terhadap kegagalan dialog politik karena takut akan hasil dan manfaatnya.

Bolton, yang berada dalam delegasi AS bersama Menteri Perdagangan (Mendag) AS Wilbur Ross, mengatakan Maduro tidak serius soal perundingan. (afp/pya)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN