Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksin virus corona Covid-19 Sputnik V buatan Rusia. ( Foto: ANDREY RUDAKOV / BLOOMBERG / GETTY IMAGES )

Vaksin virus corona Covid-19 Sputnik V buatan Rusia. ( Foto: ANDREY RUDAKOV / BLOOMBERG / GETTY IMAGES )

Vaksin Sputnik V Rusia Diklaim Efektif 95%

Rabu, 25 November 2020 | 07:15 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia mengklaim vaksin virus corona Covid-19 Sputnik V-nya memiliki tingkat efektivitas 95%, harga yang lebih murah, dan lebih mudah disimpan dibandingkan beberapa kandidat vaksin lain. Pengumuman ini menunjukkan semakin panas, dan sengitnya perlombaan untuk mengembangkan menemukan vaksin guna mengatasi pandemi Covid-19 global.

Di sisi lain, pengumuman terbaru itu meningkatkan kebingungan karena cepatnya terobosan yang dihasilkan beberapa produsen vaksin di seluruh dunia. Banyak produsen menerbitkan data awal dengan tingkat kemanjuran vaksin di kisaran 90% dan lebih tinggi.

Kabar tingginya efektivitas vaksin tersebut memberikan harapan tinggi kepada negara-negara. Banyak yang berharapan vaksinasi dapat dimulai pada akhir tahun ini atau awal 2021 untuk menghentikan pandemi yang telah merenggut nyawa hampir 1,4 juta jiwa

Rusia merupakan salah satu negara pertama yang mengumumkan hasilpengembangan vaksin pada Agustus, yang dinamakan Sputnik V. Namun, vaksin itu diumumkan sebelum uji klinis akhir dimulai.

Sedangkan menurut pernyataan yang disampaikan pengembang vaksin pada Selasa (24/11), data awal setelah uji coba yang melibatkan ribuan sukarelawan menunjukkan kemanjuran vaksin di atas 95% setelah dosis kedua diberikan.

Kementerian Kesehatan Rusia, Pusat Penelitian Gamaleya yang dikelola negara, dan Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment/RDIF) menyampaikan dalam pernyataan, bahwa vaksin itu diprediksi mencatat efektivitas yang lebih tinggi setelah analisis berikutnya.

“Tidak ada efek samping tak terduga yang diidentifikasi sebagai bagian dari penelitian,” demikian menurut pernyataan, meskipun beberapa dari relawan yang divaksinasi menderita efek samping ringan, termasuk demam, merasa lemah, kelelahan, dan sakit kepala.

Biaya US$ 10 Per Dosis

Selain itu, vaksin Sputnik V dua dosis akan tersedia di pasar internasional dengan harga kurang dari US$ 10 (8,40 euro) per dosis dan digratiskan untuk warga Rusia. Vaksin ini dapat disimpan pada suhu antara dua dan delapan derajat Celcius, dibandingkan temperatur di bawah titik beku yang diperlukan oleh vaksin lain.

Sebelumnya raksasa produsen farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer dan mitranya BioNTech dari Jerman mengumumkan vaksin virusnya menunjukkan efektivitas 95%. Sedangkan perusahaan AS Moderna pekan lalu mengatakan hasil awal menunjukkan kandidat vaksin 94,5% efektif.

Pakar Barat sendiri mengungkapkan kekhawatiran atas vaksin Rusia, mengingat proses perkembangannya yang dipercepat. Meski demikian, beberapa pihak menyambut baik pengumuman dari pihak berwenang Rusia pada Selasa, seraya menambahkan bahwa masih diperlukan data lebih banyak.

“Ini adalah kabar baik yang menunjukkan kemanjuran vaksin sementara yang tinggi. Minimnya efek samping yang serius pada sekitar 20.000 peserta uji coba juga sangat menggembirakan,” kata Azra Ghani, spesialis penyakit menular di Imperial College London.

Ajukan Ke WHO

Rusia pun sudah mengajukan permohonan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mempercepat pendaftaran dan prakualifikasi vaksin Sputnik V. Pasalnya pekan lalu, Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia memiliki perjanjian manufaktur dengan Tiongkok dan India, serta mendorong Brasil dan Afrika Selatan untuk memproduksi massal vaksin yang dikembangkan Negeri Beruang Merah.

Kepala RDIF Kirill Dmitriev menambahkan, Hongaria yang adalah anggota Uni Eropa (UE) juga akan memproduksi vaksin Sputnik V.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia telah mencatat peningkatan tajam kasu infeksi virus corona. Namun pihak berwenang memutuskan menghentikan penerapan pembatasan ketat seperti beberapa negara di Eropa.

Tercatat, total infeksi di Rusia pada Selasa mencapai 2,14 juta dan merupaka kasus tertinggi kelima di dunia. Namun angka kematian akibat virus di negara itu secara signifikan lebih rendah, yakni 37.031 jiwa daripada negara lain yang terkena dampak parah.

Data yang diterbitkan oleh layanan statistik federal Rusia awal bulan ini menunjukkan penambahan kematian lebih dari 117.000 year-on-year (yoy) antara Maret dan September. Hal itu menunjukkan bahwa kematian akibat virus bisa jauh lebih tinggi.

Wakil Perdana Menteri Tatiana Golikova mengatakan pada Selasa, bahwa enam dari 85 wilayah Rusia telah menambah tempat tidur di rumah sakit di mana 90% telah ditempati oleh pasien Covid-19. Pemerintah Rusia berharap dapat terhindar dari penerapan karantina nasional kedua dengan mempercepat produksi vaksin.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN