Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komuter mengenakan masker, sedang berjalan di Stasiun Shinagawa, di Tokyo, Jepang, pada 8 Januari 2021. ( Foto: Kazuhiro Nogi )

Komuter mengenakan masker, sedang berjalan di Stasiun Shinagawa, di Tokyo, Jepang, pada 8 Januari 2021. ( Foto: Kazuhiro Nogi )

Varian Baru Virus Covid Terdeteksi di Jepang

Selasa, 12 Januari 2021 | 06:37 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Institut Penyakit Menular Nasional Jepang atau National Institute of Infectious Diseases (NIID) menyampaikan telah mendeteksi varian baru dari virus corona Covid-19 pada empat wisatawan yang pulang dari Brasil.

Menurut NIID, turunan Covid-19 mutan yang baru ditemukan ini diketahui telah mengalami beberapa mutasi yang sama dengan varian mengkhawatirkan karena ada peningkatan infektivitas. Pernyataan ini merujuk pada varian baru virus corona yang baru-baru ini ditemukan di Inggris, dan Afrika Selatan (Afsel).

“Namun, saat ini informasi tentang varian baru itu masih terbatas pada susunan genetiknya. Sulit untuk segera menentukan seberapa menular jenis baru itu, dan tingkat keefektifan vaksin terhadapnya,” demikian disampaikan NIID pada Minggu (10/1) yang dikutip CNBC.

Saat dikonfirmasi oleh CNBC kepada Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, apakah telah diberitahu tentang turunan virus mutan baru tersebut. Tetapi tidak ada respons dari badan kesehatan yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (11/1) pagi.

Pemerintah Jepang segera melakukan identifikasi atas varian baru virus tersebut, karena banyak negara yang bergegas mengekang dua varian virus menular lainnya yang muncul di Inggris dan Afrika Selatan.

Para pakar kesehatan pun menyatakan kekhawatiran bahwa varian baru virus dapat menjadi ancaman bagi upaya vaksinasi. Namun yang pasti, meskipun varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan menyebar dengan lebih mudah, belum ada bukti jelas bahwa virus yang bermutasi dikaitkan dengan kondisi penyakit yang lebih parah.

Hanya saja, sifat varian baru virus yang lebih mudah menular berarti bakal lebih banyak orang yang dapat terinfeksi. Ini bisa berarti kasus infeksi yang lebih serius dan angka kematian yang lebih banyak

Di sisi lain, rasa optimistis yang muncul dalam beberapa pekan terakhir tentang peluncuran massal vaksin Covid tampaknya telah diredam oleh virus yang menyebar ke seluruh dunia.

Varian Baru Virus

Menurut laporan 6 Januari 2021, NIID Jepang mendeteksi turunan virus mutan baru Covid pada empat penumpang yang tiba dari negara bagian Amazonas, Brasil pada 2 Januari. Seorang pria berusia 40-an tahun dan tanpa gejala (OTG), saat tiba di Jepang, harus menjalani perawatan di rumah sakit karena kondisi pernapasanya yang memburuk.

Kemudian lainnya, adalah seorang wanita berusia 30-an tahun yang melaporkan mengalami sakit pada tenggorokan dan kepalanya. Ada pun satu pria berusia antara 10 tahun dan 19 tahun yang menderita demam, serta satu wanita muda di atas usia 10 tahun tidak menunjukkan gejala.

NIID menyebutkan bahwa varian baru virus yang ditemukan di Jepang termasuk dalam jenis B.1.1.248 dan memiliki 12 mutasi pada protein.

Sedangkan Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, pihaknya sedang melakukan studi untuk menentukan keefektifan vaksin Covid-19 terhadap varian baru virus. Demikian dilaporkan Reuters pada Minggu, yang mengutip pernyataan sumber di kementerian tersebut.

Virus Inggris dan Afsel

Sebelumnya pada 14 Desember 2020, otoritas kesehatan di Inggris melaporkan temuan varian baru virus corona ke WHO yang diidentifikasi sebagai SARS-CoV-2 VOC 202012/01. Tidak diketahui jelas bagaimana asal usul varian baru virus, tetapi temuan awal telah menentukan bahwa varian ini sangat mudah menular.

Mengawali kemunculannya di Inggris tenggara, dalam beberapa pekan kemudian varian baru corona sudah mulai menggantikan garis asal usul virus lain di beberapa daerah di negara itu.

Inggris sendiri sedang berjuang untuk mengekang penyebaran virus. Pasalnya, fasilitas-fasilitas kesehatannya di seluruh negeri terus-menerus dalam keadaan tertekan. Kemudian pada 30 Desember, varian VOC-202012/01 dilaporkan berada di 31 negara dan wilayah-wilayah lain di seluruh dunia.

Di tempat terpisah, pihak berwenang Afrika Selatan pada 18 Desember tahun lalu mendeteksi varian virus 501Y.V2. Menurut WHO, pengurutan rutin menunjukkan bahwa varian ini sebagian besar telah menggantikan virus SARS-CoV-2 lain yang beredar di provinsi Eastern Cape, Western Cape, dan KwaZulu-Natal pada pertengahan November. Dalam studi pendahuluan, varian virus 501Y.V2 TI

Studi pendahuluan telah menunjukkan varian 501Y.V2 juga lebih menular tetapi belum ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa virus ini memperburuk penyakit. Pada 30 Desember, varian baru virus corona telah dilaporkan muncul di empat negara lain.

Sebagai informasi, Pemerintah Jepang pada Kamis (7/1) mengumumkan keadaan darurat di wilayah Tokyo yang lebih luas setelah sejumlah rekor kasus Covid dilaporkan mengalami kenaikan.

Saat mengumumkan aturan pembatasan baru, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berkata: “Situasi menjadi semakin meresahkan secara nasional dan kami memiliki rasa krisis yang kuat.”

Dia menambahkan langkah-langkah itu diperlukan untuk mengatasi gelombang ketiga infeksi yang semakin mengganggu. Hingga saat ini, data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan bahwa Negeri Sakura itu telah mencatat 290.270 kasus virus corona, dengan 3.855 kasus kematian terkait Covid-19.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN