Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan mengenakan masker saat menghadiri pertemuan khusus dewan eksekutif WHO tentang tanggap Covid-19, di markas besar WHO, Jenewa, Swiss, pada 5 Oktober 2020. ( Foto: CHRISTOPHER BLACK / WORLD HEALTH ORGANIZATION / AFP )

Kepala Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan mengenakan masker saat menghadiri pertemuan khusus dewan eksekutif WHO tentang tanggap Covid-19, di markas besar WHO, Jenewa, Swiss, pada 5 Oktober 2020. ( Foto: CHRISTOPHER BLACK / WORLD HEALTH ORGANIZATION / AFP )

WHO Optimistis Covid-19 Terkendali Tahun Depan

Selasa, 20 Juli 2021 | 13:49 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan pada Senin (19/7) waktu setempat, bahwa dunia dapat mengendalikan pandemi virus corona Covid-19 di tahun depan, “jika kita semua benar-benar beruntung”.

Kendati varian delta menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, para pejabat WHO masih optimistis para pemimpin dunia dapat mengendalikan pandemi Covid pada tahun depan.

“Saya ingin mengatakan itu akan berakhir tahun ini, tetapi saya benar-benar tidak berpikir demikian. Jika kita benar-benar beruntung, kita akan mengendalikannya tahun depan,” ujar Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, yang dikutip CNBC.

Menurut Ryan, pandemi bisa berakhir lebih cepat jika negara-negara memastikan vaksin didistribusikan secara merata ke negara-negara miskin, mempraktikkan jaga jarak sosial dan mendanai rumah sakit secara memadai.

Ryan menambahkan, negara-negara dengan tingkat pemberian vaksinasi tinggi dapat melihat pandemi berakhir lebih cepat bagi mereka. Dia juga mengkritik para pemimpin dunia, karena tidak membagikan persediaan dosis vaksinnya sebanyak yang mereka bisa ke negara-negara miskin.

“Anak-anak seharusnya bertanya kepada pemerintah mereka, jadi mengapa kita tidak berbagi. Bagi saya itu adalah masalah besar yang kami miliki saat ini, kami tidak cukup berbagi, kami tidak adil dan kami tahu kami mempelajarinya di sekolah,” kata Ryan menjawab pertanyaan Cole Van Kerkhove, putra dari Maria Van Kerkhove yang menjabat sebagai pemimpin teknis Covid.

Van Kerkhove mengayakan banyak bagian dunia masih mengalami peningkatan kasus. “Dalam tujuh hari terakhir, di tingkat global, ada 11,5% kasus dan ada peningkatan 1% kematian,” tuturnya.

Sedangkan dalam sepekan terakhir, banyak wilayah di dunia mengalami peningkatan kasus. Sebut saja, Eropa mengalami peningkatan hampir 21%, Asia Tenggara mengalami peningkatan 16,5%, wilayah Pasifik Barat mengalami peningkatan sekitar 30% dan wilayah Mediterania Timur mencatat peningkatan kasus sebesar 15%.

Angka kematian akibat Covid juga meningkat di empat dari enam wilayah WHO dalam tujuh hari terakhir. Di antaranya, Pasifik Barat mengalami peningkatan kematian 10%, Asia Tenggara mengalami peningkatan 12%, Mediterania Timur mengalami peningkatan 4%, dan kawasan Afrika masih menderita oleh lonjakan penularan baru-baru ini.

Para pejabat lembaga juga menuturkan, bahwa para ahli telah melihat kasus-kasus infeksi Covid yang melewati perlindungan vaksin, di mana kasus-kasus itu hampir selalu ringan.

Varian baru yang bisa menyebabkan lonjakan kasus terobosan masih menjadi kemungkinan. “Varian delta tidak akan menjadi varian terakhir dari kekhawatiran yang Anda dengar dari pembicaraan kami,” kata Van Kerkhove.

Semakin lama orang-orang di seluruh dunia tidak divaksinasi dan masih berlanjut orang-orang yang berkerumum maka semakin tinggi risiko munculnya varian yang lebih berbahaya.

Para pejabat WHO mengatakan, perjalanan internasional hanya boleh dilakukan jika benar-benar diperlukan. “Semua yang Anda lakukan dalam pandemi baik meningkatkan atau menurunkan risiko, tidak ada yang namanya risiko nol, ini tentang meminimalkan risiko,” ujar Ryan.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN